Bintang Real Madrid, Kylian Mbappe, kembali menjadi sorotan setelah melancarkan tendangan penalti ala Panenka yang berujung gol dalam kemenangan 2-0 atas Villarreal pada 24 Januari 2026. Namun, bukan hanya eksekusi berani tersebut yang menarik perhatian, melainkan dedikasinya kepada rekan setimnya, Brahim Diaz, yang baru saja mengalami kegagalan serupa di final Piala Afrika (AFCON) 2025. Gestur ini memicu perdebatan sengit, antara dipandang sebagai bentuk dukungan tulus atau justru aksi yang dianggap ‘menyedihkan’ oleh sebagian pihak.
Dukungan untuk Diaz Pasca-Piala Afrika yang Pahit
Insiden Panenka Mbappe terjadi di masa tambahan waktu, mengunci kemenangan Real Madrid atas Villarreal di La Ceramica. Momen ini datang hanya enam hari setelah Brahim Diaz, gelandang serang Real Madrid yang membela Maroko, gagal mengeksekusi penalti Panenka krusial di final AFCON 2025 melawan Senegal. Kegagalan tersebut sangat menyakitkan bagi Diaz dan timnya, Maroko, yang akhirnya takluk dari Senegal di babak tambahan waktu. Diaz sendiri sempat mengungkapkan perasaannya di media sosial, menulis, “Hatiku sakit,” dan “Jiwaku terluka,” setelah insiden tersebut, menunjukkan betapa terpukulnya ia.
Gestur Mbappe dan Reaksi Publik
Setelah sukses mengeksekusi penalti Panenka, Mbappe segera menghampiri Brahim Diaz dan memeluknya, sembari berujar, “Untukmu, untukmu.” Penyerang asal Prancis itu kemudian mengonfirmasi kepada media seperti Marca dan DAZN bahwa gestur tersebut adalah bentuk dukungan yang disengaja untuk Diaz. “Ya, penalti itu untuk Brahim. Saya mendedikasikannya untuknya,” ujar Mbappe.
Namun, tidak semua pihak menyambut baik aksi Mbappe. Pundit sepak bola Walid Acherchour, misalnya, secara terang-terangan menyebut tindakan Mbappe sebagai “menyedihkan”. Acherchour berpendapat bahwa Mbappe “terlalu ingin menjadi karakter utama di setiap film,” dan mempertanyakan apakah Diaz akan merasa terhibur dengan gestur tersebut. Reaksi publik pun terpecah, ada yang melihatnya sebagai dukungan tulus dari seorang rekan setim, namun ada pula yang menganggapnya sebagai ejekan terselubung karena Mbappe berhasil melakukan apa yang gagal dilakukan Diaz.
Mbappe dan Peran Kepemimpinan di Real Madrid
Terlepas dari kontroversi, insiden ini semakin menggarisbawahi peran kepemimpinan Kylian Mbappe yang kian menonjol di Real Madrid, baik di dalam maupun di luar lapangan. Sebelumnya, Mbappe juga pernah secara terbuka membela rekan setimnya, Vinicius Jr., ketika pemain Brasil itu tampak terpengaruh oleh cemoohan penonton, mendesak para penggemar untuk mengkritik seluruh tim daripada menargetkan satu pemain.
Kemenangan atas Villarreal tersebut juga membawa Real Madrid untuk sementara memuncaki klasemen La Liga, unggul dua poin dari Barcelona. Mbappe sendiri tampil impresif dengan mencetak kedua gol dalam pertandingan tersebut, menambah koleksi golnya menjadi 34 di musim ini, memimpin daftar pencetak gol La Liga dan bersaing ketat di perebutan Sepatu Emas Eropa bersama striker Bayern Munich, Harry Kane.
Sebagai informasi tambahan, Kylian Mbappe telah resmi bergabung dengan Real Madrid setelah meninggalkan Paris Saint-Germain. Perpindahannya sempat diwarnai perselisihan finansial dengan PSG terkait bonus dan gaji yang belum terbayar, meskipun klub Prancis itu baru-baru ini telah melunasi sekitar 61 juta Euro.