Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto resmi menunjuk Letnan Jenderal TNI Bambang Trisnohadi sebagai Kepala Staf Teritorial (Kaster) TNI. Penunjukan ini menjadi sorotan lantaran jabatan Kaster merupakan posisi yang dihidupkan kembali setelah sempat ditiadakan selama seperempat abad. Keputusan strategis ini tertuang dalam surat keputusan mutasi terbaru yang dikeluarkan pada Rabu, 11 Maret 2026.
Pengangkatan Letjen Bambang Trisnohadi sebagai Kaster TNI merupakan bagian dari rotasi besar-besaran di tubuh Tentara Nasional Indonesia. Sebanyak 35 prajurit, terdiri dari 27 perwira tinggi dan 8 perwira menengah, mengalami pergeseran posisi. Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen Aulia Dwi Nasrullah menjelaskan bahwa mutasi jabatan merupakan hal yang lumrah dalam rangka pembinaan karier prajurit dan kebutuhan organisasi. “Langkah ini juga dilakukan agar organisasi TNI tetap adaptif terhadap tantangan tugas yang dinamis,” ujar Aulia. Ia menegaskan, setiap keputusan diambil berdasarkan pertimbangan untuk mendukung pelaksanaan tugas pokok TNI.
Kaster TNI: Jabatan Kunci yang Kembali Diaktifkan
Jabatan Kepala Staf Teritorial TNI memiliki peran krusial dalam struktur Mabes TNI, khususnya dalam mengelola hubungan antara militer dan sipil serta pertahanan berbasis wilayah. Posisi ini sempat dihapuskan pada tahun 2001, tepatnya di masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Sebelum ditiadakan, jabatan Kaster pernah diduduki oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Letjen Agus Widjojo dan Letjen Susilo Bambang Yudhoyono.
Pengaktifan kembali Kaster TNI ini juga berdampak pada penghapusan posisi Asisten Teritorial (Aster) TNI. Mayjen Suhardi, yang sebelumnya menjabat Aster TNI, kini beralih tugas menjadi Wakil Kepala Staf Teritorial (Wakaster) TNI. Diharapkan, penunjukan Kaster TNI ini mampu membawa warna baru dalam strategi pembinaan teritorial nasional di tengah dinamika tantangan global yang semakin kompleks.
Profil Singkat Letjen TNI Bambang Trisnohadi
Letjen TNI Bambang Trisnohadi bukanlah sosok baru di lingkungan militer Indonesia. Lahir di Jakarta pada 26 Februari 1972, ia merupakan lulusan terbaik Akademi Militer (Akmil) tahun 1993 dan berhasil meraih predikat Adhi Makayasa. Berasal dari kecabangan Infanteri, Bambang Trisnohadi juga tercatat sebagai anggota Komando Pasukan Khusus (Kopassus).
Sebelum mengemban amanah sebagai Kaster TNI, Letjen Bambang Trisnohadi memiliki rekam jejak yang cemerlang. Ia pernah menjabat sebagai Komandan Grup A Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) pada periode 2012-2014. Selain itu, ia juga pernah menduduki posisi Direktur Jenderal Strategi Pertahanan Kementerian Pertahanan dari tahun 2022 hingga 2024, serta Panglima Komando Daerah Militer IX/Udayana pada tahun 2024. Terakhir, sebelum ditunjuk sebagai Kaster, Bambang Trisnohadi menjabat sebagai Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III. Pada 5 Oktober 2025, ia juga dipercaya sebagai Komandan Upacara dalam peringatan HUT ke-80 TNI di Monas.
Rotasi Jabatan Strategis Lainnya
Selain penunjukan Kaster TNI, mutasi kali ini juga mencakup perubahan penting lainnya. Panglima TNI juga melakukan validasi organisasi di Kodam Jaya/Jayakarta, yang kini akan dijabat oleh perwira tinggi bintang tiga atau Letnan Jenderal. Mayjen TNI Deddy Suryadi tetap dipercaya memimpin Kodam Jaya, dengan kenaikan pangkat menjadi Letjen seiring peningkatan status komando tersebut.
Posisi Pangkogabwilhan III yang ditinggalkan Letjen Bambang Trisnohadi kini diisi oleh Mayjen Lucky Avianto, yang sebelumnya menjabat Panglima Kodam XXIV/Mandala Trikora. Sementara itu, jabatan Pangdam XXIV/Mandala Trikora kini diemban oleh Mayjen Frits Wilem Rizard Pelamonia. Perubahan-perubahan ini diharapkan dapat memperkuat struktur komando dan meningkatkan efisiensi operasional TNI dalam menjalankan tugas pokoknya.