Paramount Skydance Corporation dan Warner Bros. Discovery, Inc. (WBD) secara resmi mengumumkan kesepakatan merger definitif pada 27 Februari 2026, yang akan membentuk salah satu konglomerat media dan hiburan terbesar di dunia. Kesepakatan akuisisi ini bernilai fantastis, mencapai $110 miliar, dan menempatkan miliarder Larry Ellison, pendiri Oracle, sebagai tokoh sentral di balik pendanaan masif tersebut.
Di bawah ketentuan perjanjian, Paramount akan mengakuisisi seluruh saham WBD yang beredar dengan harga $31 per saham secara tunai. Nilai ekuitas transaksi ini diperkirakan mencapai $81 miliar, sementara nilai perusahaan secara keseluruhan, termasuk utang, mencapai $110 miliar. Merger ini telah disetujui dengan suara bulat oleh Dewan Direksi kedua perusahaan dan diharapkan rampung pada kuartal ketiga tahun 2026, menunggu persetujuan regulasi dan pemegang saham WBD (pemungutan suara diharapkan pada awal musim semi 2026). Jika penutupan transaksi tertunda hingga setelah 30 September 2026, pemegang saham WBD akan menerima “ticking fee” sebesar $0,25 per saham setiap kuartal.
Peran Larry Ellison dalam mega-merger ini sangat krusial. Melalui Skydance, perusahaan hiburan yang dijalankan oleh putranya, David Ellison, Larry Ellison telah mengambil alih kendali Paramount pada Agustus 2025 dalam kesepakatan senilai $8 miliar. Untuk akuisisi WBD ini, kepercayaan (trust) Larry Ellison berkomitmen menyediakan sebagian besar pendanaan ekuitas, yakni sekitar $45,7 miliar hingga $47 miliar, melalui penerbitan saham Kelas B baru Paramount senilai $16,02 per saham. Komitmen ini didukung oleh keluarga Ellison dan RedBird Capital Partners. Namun, menurut estimasi Forbes, Larry Ellison mungkin tidak memiliki cukup uang tunai untuk memenuhi komitmen ekuitas sebesar $45,7 miliar tersebut, mengingat ia diperkirakan memiliki kurang dari $10 miliar uang tunai di bank. Hal ini mengindikasikan bahwa ia mungkin perlu menjual saham Oracle atau Tesla miliknya.
Kesepakatan ini terjadi setelah Paramount memenangkan persaingan sengit melawan raksasa streaming Netflix. Netflix sebelumnya telah mencapai kesepakatan dengan WBD, namun kemudian menolak untuk menyamai tawaran superior dari Paramount dan menarik diri dari proses akuisisi, dengan menerima biaya terminasi sebesar $2,8 miliar. David Ellison, Chairman dan CEO Paramount Skydance, akan memimpin entitas gabungan ini.
Merger ini akan menciptakan konglomerat media dan hiburan global yang tak tertandingi, menyatukan aset-aset besar seperti CBS, CNN, HBO Max, Paramount+, serta studio film Warner Bros. Pictures dan Paramount Pictures. Portofolio kekayaan intelektual gabungan akan mencakup waralaba populer seperti Harry Potter, Game of Thrones, DC Universe, Mission: Impossible, dan SpongeBob SquarePants. Paramount memproyeksikan sinergi lebih dari $6 miliar dari akuisisi ini, yang akan didorong oleh integrasi teknologi dan efisiensi operasional.
Meskipun kesepakatan telah tercapai, merger ini masih menghadapi pengawasan ketat dari regulator di Amerika Serikat dan Eropa. Jaksa Agung California, Rob Bonta, telah menyatakan bahwa kantornya akan melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap potensi merger ini. Kekhawatiran utama meliputi potensi pemutusan hubungan kerja dan konsolidasi media yang berlebihan. Selain itu, koneksi Larry Ellison dengan Presiden Trump dan politisi Republik juga menjadi sorotan dalam proses penawaran.
Dengan akuisisi ini, keluarga Ellison akan memiliki pengaruh yang belum pernah terjadi sebelumnya di lanskap media Amerika, menyatukan CBS dan CNN di bawah satu atap, serta menggabungkan platform streaming HBO Max dan Paramount+. Ini menandai pergeseran signifikan dalam industri hiburan global, dengan Larry Ellison dan putranya David memimpin pembentukan raksasa media baru.