Paramount Skydance Akuisisi Warner Bros. Discovery Senilai $110 Miliar, Masa Depan CNN Jadi Sorotan

Author Image

Hodak

28 Februari 2026

Konglomerat media telah mengumumkan akuisisi (WBD) dalam sebuah kesepakatan besar senilai $110 miliar, mengakhiri persaingan sengit dengan . Akuisisi ini, yang diumumkan pada Kamis, 27 Februari 2026, diperkirakan akan rampung pada kuartal ketiga tahun ini dan akan menempatkan jaringan berita global CNN di bawah kendali , CEO Paramount Skydance.

Langkah ini segera memicu kekhawatiran luas mengenai independensi editorial CNN, mengingat rekam jejak Ellison dalam melakukan perubahan signifikan di CBS News setelah Paramount mengakuisisi perusahaan tersebut pada Agustus 2025.

Pertarungan Sengit Akuisisi WBD

Sebelumnya, Netflix juga sempat mengajukan tawaran untuk mengakuisisi divisi studio dan streaming WBD senilai $83 miliar. Namun, Paramount Skydance berhasil memenangkan pertarungan dengan mengajukan tawaran yang lebih tinggi, yakni $31 per saham, untuk seluruh aset WBD, termasuk CNN, HBO, dan berbagai saluran kabel lainnya seperti TBS dan TNT.

Penawaran Paramount Skydance dinilai “superior” oleh dewan direksi WBD, yang kemudian membuat Netflix menarik diri dari negosiasi. Kesepakatan ini akan menciptakan raksasa media baru yang menggabungkan studio besar dan jaringan terkemuka, serta waralaba populer seperti “Game of Thrones,” “Mission Impossible,” “Harry Potter,” dan DC Universe.

Kekhawatiran Independensi Editorial CNN

Akuisisi ini menimbulkan gelombang kekhawatiran di kalangan staf CNN dan pengamat media. Banyak yang cemas akan potensi perubahan arah editorial di bawah kepemimpinan David Ellison, terutama mengingat hubungan dekatnya dengan mantan Presiden Donald Trump.

Kekhawatiran ini diperkuat oleh apa yang terjadi di CBS News. Setelah Paramount mengambil alih, Ellison menunjuk Bari Weiss, seorang komentator konservatif, sebagai pemimpin redaksi. Masa jabatannya diwarnai kontroversi, termasuk keputusan untuk menunda penayangan segmen “60 Minutes” tentang kondisi penjara di El Salvador, yang oleh beberapa pihak disebut sebagai keputusan “politis”.

Menanggapi kegelisahan ini, CEO CNN Mark Thompson mengirimkan memo internal kepada seluruh staf. Dalam memo tersebut, Thompson mendesak karyawan untuk tidak “terburu-buru mengambil kesimpulan tentang masa depan sampai kita tahu lebih banyak” dan meminta mereka untuk tetap fokus pada tugas jurnalisme.

Pengawasan Antimonopoli dan Sinergi Bisnis

Kesepakatan mega-merger ini tidak luput dari sorotan regulator. Jaksa Agung Negara Bagian California, Rob Bonta, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan penyelidikan dan akan meninjau kesepakatan ini secara “ketat” atas dasar risiko antimonopoli. Departemen Kehakiman AS juga diperkirakan akan melakukan peninjauan serupa.

Di sisi lain, Paramount Skydance optimistis merger ini akan menghasilkan sinergi lebih dari $6 miliar. Sinergi ini diharapkan berasal dari integrasi teknologi, efisiensi korporat, dan penyederhanaan operasional di seluruh entitas yang digabungkan.

David Ellison, Ketua dan CEO Paramount, sebuah perusahaan Skydance, menyatakan, “Sejak awal, upaya kami untuk Warner Bros. Discovery telah dipandu oleh tujuan yang jelas: untuk menghormati warisan dua perusahaan ikonik sambil mempercepat visi kami membangun perusahaan media dan hiburan generasi berikutnya.” Ia menambahkan bahwa penggabungan studio kelas dunia, platform streaming yang saling melengkapi, dan talenta luar biasa di baliknya akan menciptakan nilai yang lebih besar bagi audiens, mitra, dan pemegang saham.