Pascal Struijk: Bintang Leeds United di Premier League, PSSI Gigit Jari Setelah Gagal Naturalisasi

Author Image

Hodak

22 Februari 2026

Trending Image 1771706270

Nama kembali menjadi perbincangan hangat di kalangan pencinta sepak bola Tanah Air. Bek tengah ini kini menikmati puncak kariernya di , kompetisi kasta tertinggi Liga Inggris, setelah sukses membawa klubnya promosi. Pencapaian ini sekaligus menjadi pengingat akan upaya yang pernah gagal menaturalisasi pemain berdarah Indonesia tersebut.

Struijk, yang lahir di Deurne, Belgia, pada 11 Agustus 1999, telah menjelma menjadi pilar penting di lini belakang Leeds United. Ia dikenal dengan ketenangan, kekuatan udara, dan kemampuannya dalam menguasai bola. Musim 2024/2025 menjadi saksi bisu kontribusinya yang vital saat Leeds United menjuarai EFL Championship dan memastikan tiket promosi ke Premier League. Bahkan, ia kini menjabat sebagai wakil kapten tim. Meskipun saat ini tengah dalam masa pemulihan dari cedera pinggul, Struijk diperkirakan akan kembali merumput pada akhir Februari 2026.

Upaya PSSI dan Darah Indonesia Pascal Struijk

Jauh sebelum Struijk bersinar di Premier League, PSSI telah menaruh minat besar untuk memboyongnya memperkuat Timnas Indonesia. Isu naturalisasi Struijk mencuat sekitar tahun 2020, di tengah gencar-gencarnya program PSSI memburu pemain diaspora untuk meningkatkan kualitas skuad Garuda. Struijk memang memiliki garis keturunan Indonesia dari kakek dan neneknya yang lahir di Hindia Belanda, menjadikannya memenuhi syarat untuk dinaturalisasi.

Pada saat itu, Struijk dianggap sebagai salah satu target ‘Grade A’ dalam daftar pemain keturunan yang diincar PSSI. Namun, harapan publik Tanah Air harus pupus. Struijk secara konsisten menyatakan prioritasnya untuk membela tim nasional Belanda, negara tempat ia pernah memperkuat tim U-17 pada tahun 2016. Ia bahkan sempat masuk dalam skuad sementara Belanda untuk Piala Dunia FIFA 2022, meski pada akhirnya tidak masuk dalam daftar final.

Apresiasi untuk Suporter Indonesia dan Sikap PSSI Terkini

Meski menolak tawaran naturalisasi, Struijk mengaku sangat menghargai antusiasme suporter Indonesia. Ia terkejut dengan bagaimana informasi mengenai darah keturunannya bisa diketahui oleh penggemar di Tanah Air. “Di Indonesia mereka rupanya tahu bahwa saya memiliki darah Indonesia. Entah bagaimana mereka mengetahuinya,” ujar Struijk dalam sebuah wawancara. Ia juga menambahkan, “Saya senang melihat bagaimana para penggemar di sana, serta betapa mereka ingin saya bermain untuk mereka.”

Di sisi lain, Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, pada September 2025, sempat menyatakan bahwa program naturalisasi untuk tim senior sudah dianggap ‘komplet’ atau lengkap. Meskipun PSSI terus melanjutkan program naturalisasi untuk pemain-pemain muda atau posisi tertentu seperti striker, pernyataan ini mengindikasikan bahwa peluang untuk Struijk mungkin sudah tertutup dari sisi federasi, setidaknya untuk saat ini. Sementara itu, Struijk terus menunjukkan performa impresifnya di Eropa, dengan nilai pasar mencapai sekitar 347,63 miliar Rupiah per Desember 2025.

Kisah Pascal Struijk menjadi gambaran nyata bagaimana PSSI harus berhadapan dengan pilihan sulit para pemain keturunan yang memiliki aspirasi internasional di negara lain. Kegagalan menaturalisasi Struijk kini menyisakan pertanyaan ‘bagaimana jika’ bagi Timnas Indonesia, sementara sang bek terus menorehkan namanya di panggung sepak bola tertinggi Inggris.