Harapan besar penggemar sepak bola Tanah Air untuk melihat bek Leeds United, Pascal Struijk, berseragam Timnas Indonesia tampaknya harus kembali pupus. Pemain berusia 26 tahun itu secara tegas menyatakan bahwa prioritas utamanya adalah membela Timnas Belanda, negara tempat ia mengembangkan karier sepak bolanya. Pernyataan ini muncul di tengah persiapan Timnas Indonesia menghadapi FIFA Series 2026 di bawah arahan pelatih anyar, John Herdman.
Struijk, yang memiliki darah Indonesia dari kakek dan nenek di pihak ibunya, tidak menampik bahwa ia menyadari antusiasme luar biasa dari suporter Indonesia. “Saya senang melihat bagaimana para pendukung di sana dan betapa besar mereka ingin saya bergabung,” ujar Struijk, seperti dikutip dari ESPN Belanda pada Januari 2026. Ia menambahkan, “Ini menunjukkan betapa besarnya kecintaan negara ini pada sepak bola. Semua penggemar yang berkomentar di Instagram saya, itu cukup lucu.” Namun, bek tengah jangkung kelahiran Deurne, Belgia, pada 11 Agustus 1999 ini menegaskan fokusnya saat ini adalah karier klubnya.
Sebagai pemain kunci di Leeds United, Struijk telah mencatatkan lebih dari 150 penampilan hingga November 2025 dan menandatangani kontrak baru hingga 2027. Ia bahkan kerap mengenakan ban kapten, menunjukkan perannya yang vital di klub Premier League tersebut. Struijk sendiri telah beberapa kali masuk dalam skuad provisional Timnas Belanda sejak September 2022, meskipun belum mencatatkan debut di tim senior.
Di sisi lain, Timnas Indonesia kini memasuki era baru di bawah kepemimpinan pelatih John Herdman. Pelatih asal Inggris ini resmi ditunjuk PSSI pada awal tahun 2026, menggantikan Patrick Kluivert yang dipecat pada Oktober 2025. Herdman, yang memiliki rekam jejak membawa timnas Kanada ke Piala Dunia, menegaskan filosofi jelas untuk membangun tim yang kompetitif di panggung global.
Salah satu fokus utama Herdman adalah melanjutkan program naturalisasi pemain keturunan. Ia berencana mengunjungi Eropa pada akhir Januari atau awal Februari 2026 untuk memantau langsung para pemain diaspora. “Saya akan menghabiskan waktu bersama PSSI untuk bekerja keras mencari pemain terbaik dan meyakinkan mereka untuk menjadi bagian dari perjalanan ini,” kata Herdman pada sesi perkenalan dengan PSSI. Ia melihat potensi signifikan pada pemain keturunan Indonesia yang tersebar di Eropa.
Program naturalisasi PSSI sendiri telah menunjukkan hasil positif, dengan Timnas Indonesia berhasil menembus babak 16 besar Piala Asia 2023 dan melaju hingga putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Beberapa nama pemain keturunan yang kini menjadi pilar penting antara lain Jay Idzes dari Sassuolo dan Calvin Verdonk.
Namun, tidak semua proses naturalisasi berjalan mulus. Kasus Mauresmo Hinoke menjadi contoh terbaru, di mana impiannya membela Timnas Indonesia harus pupus setelah FIFA menolak proses naturalisasinya karena terganjal regulasi batas generasi keturunan.
Meski demikian, PSSI dan John Herdman terus bergerak. Beberapa nama pemain keturunan lain yang tengah dipantau atau dalam proses naturalisasi antara lain Mike Klein dan Joey Van Beering yang bersinar di Belanda, serta striker Dean Zandbergen (VVV-Venlo) dan Robin Mirisola (KRC Genk). Selain itu, Ciro Alves, David da Silva, dan Jordy Wehrmann juga dikabarkan sedang menjalani proses naturalisasi. Emil Audero dan Kevin Diks juga disebut-sebut sebagai calon andalan di era Herdman.
Tugas perdana Herdman adalah memimpin Skuad Garuda dalam ajang FIFA Series 2026 yang akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 27-30 Maret 2026. Indonesia akan bertindak sebagai tuan rumah dan akan menghadapi St. Kitts and Nevis, Bulgaria, serta Kepulauan Solomon.