Patrick Kluivert Kembali Gagal Bawa Tim Lolos Piala Dunia, Kali Ini Bersama Suriname

Legenda sepak bola Belanda, , kembali harus menelan pil pahit dalam upayanya membawa sebuah tim melaju ke putaran final Piala Dunia. Setelah sebelumnya gagal bersama Tim Nasional Indonesia, kini peran penasihatnya di tak cukup untuk mengantarkan negara tersebut lolos ke . Suriname dipastikan tersingkir dari babak play-off antar-konfederasi setelah takluk dari Bolivia pada pertandingan yang digelar di Monterrey, Meksiko, Rabu (26/3/2026) waktu setempat.

Kiprah Singkat di Indonesia Berujung Kegagalan

Kabar ini menambah daftar panjang “kesialan” Kluivert dalam karier kepelatihannya. Sebelumnya, pada 9 Januari 2025, ia resmi ditunjuk sebagai pelatih kepala , menggantikan Shin Tae-yong. PSSI kala itu membebaninya target ambisius untuk membawa Garuda lolos ke putaran final Piala Dunia 2026.

Namun, harapan itu pupus di babak keempat kualifikasi zona Asia. Timnas Indonesia di bawah asuhan Kluivert menelan kekalahan dari Arab Saudi (2-3) dan Irak (0-1) pada Oktober 2025, yang secara otomatis mengakhiri perjalanan mereka di kualifikasi. Selama delapan pertandingan resmi memimpin Timnas Indonesia, Kluivert mencatatkan tiga kemenangan, satu hasil imbang, dan empat kekalahan. PSSI kemudian memutuskan untuk mengakhiri kerja sama dengan Kluivert hanya empat hari setelah kekalahan dari Irak pada 12 Oktober 2025.

Peran Penasihat di Suriname dan Mimpi yang Kandas

Tak lama berselang, nama Patrick Kluivert kembali muncul dalam pusaran kualifikasi Piala Dunia, kali ini bersama Timnas Suriname. Namun, perannya berbeda. Kluivert bergabung sebagai penasihat teknis, bukan pelatih kepala, bersama kompatriotnya, Clarence Seedorf. Keduanya ditugaskan untuk memberikan bimbingan, masukan strategis, dan menjadi “dewan penasihat” bagi Manajer Umum Brian Tevreden, serta mempromosikan ambisi sepak bola Suriname di kancah internasional. Peran ini bersifat tidak resmi dalam struktur kepelatihan tim.

Keterlibatan Kluivert dan Seedorf, yang memiliki ikatan keluarga dengan Suriname (ayah Kluivert lahir di Suriname), diharapkan dapat memberikan dorongan moral dan teknis bagi tim berjuluk “Natio” tersebut. Suriname sendiri berhasil melaju ke babak play-off antar-konfederasi setelah finis di posisi kedua grup kualifikasi CONCACAF mereka.

Di babak penentuan ini, Suriname menghadapi Bolivia di semifinal play-off pada 26 Maret 2026. Sayangnya, upaya mereka untuk menciptakan sejarah dengan lolos ke Piala Dunia untuk pertama kalinya harus terhenti di tangan tim asal CONMEBOL tersebut. Jika berhasil menang, Suriname seharusnya akan menghadapi Irak di final pada 31 Maret 2026 untuk memperebutkan satu tiket ke Piala Dunia 2026.

Timnas Suriname saat ini dilatih oleh Henk ten Cate, yang ditunjuk pada Desember 2025 setelah Stanley Menzo mengundurkan diri. Meskipun telah mendapatkan dukungan dari legenda seperti Kluivert dan Seedorf, serta perubahan di staf kepelatihan, mimpi Suriname untuk tampil di panggung sepak bola terbesar dunia harus kembali tertunda.