Patroli Gabungan Polda Metro Gagalkan Balap Liar dan Pesta Miras di Jakarta Timur

Author Image

Irfan

13 Februari 2026

Foto: Ilustrasi Patroli Brimob Polda Metro Jaya (dok. Istimewa)
Foto: Ilustrasi Patroli Brimob Polda Metro Jaya (dok. Istimewa)

Jakarta – Patroli gabungan yang melibatkan Satuan Brimob Polda Metro Jaya dan tim perintis presisi Polres Metro Jakarta Timur berhasil menggagalkan aksi balap liar serta pesta minuman keras di sejumlah wilayah Jakarta Timur. Kegiatan ini merupakan bagian dari peningkatan patroli rutin dan Operasi Pekat Jaya 2026.

Sasaran Titik Rawan

Komandan Satuan Brimob Polda Metro Jaya Kombes Henik Maryanto menjelaskan, patroli difokuskan pada titik-titik rawan di wilayah Jakarta Timur, meliputi Kramat Jati, Makasar, dan Cipinang. Patroli dilaksanakan pada Kamis (12/2/2026) dini hari.

Di Makasar dan Cipinang, tim berhasil mencegah aksi balap liar. Sementara di Kramat Jati, sebuah pesta minuman keras dibubarkan. “Petugas mendapati sekelompok pemuda yang diduga hendak melakukan balap liar dan langsung memberikan imbauan serta pembubaran secara persuasif,” ungkap Henik.

Ia menambahkan, kegiatan serupa kerap terjadi di lokasi berbeda, sehingga patroli rutin terus ditingkatkan sebagai langkah preventif. “Kegiatan serupa disebut kerap berulang di lokasi berbeda, sehingga patroli rutin terus ditingkatkan sebagai langkah preventif,” sambungnya.

Tindakan Terhadap Pesta Miras

Untuk kasus pesta minuman keras, tim patroli bertindak setelah menerima laporan dari masyarakat. Setibanya di lokasi, petugas mengamankan belasan remaja beserta sejumlah botol minuman keras.

“Penindakan dilakukan setelah petugas menerima laporan masyarakat terkait adanya kerumunan yang berpotensi memicu gangguan Kamtibmas. Empat unit sepeda motor, 14 telepon genggam, serta sejumlah botol minuman keras turut diamankan,” tutur Henik.

Komitmen Polri Jaga Keamanan

Kombes Henik menegaskan bahwa kehadiran personel di lapangan menunjukkan komitmen Polri dalam menjaga ruang publik agar tetap aman dan tertib. Ia memastikan tidak akan ada toleransi bagi aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban masyarakat.

“Kami tidak akan memberi ruang bagi aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban, terlebih yang meresahkan warga. Patroli akan terus dilakukan secara konsisten dan terukur,” ujar Henik.

Ia juga menekankan pentingnya respons cepat terhadap laporan masyarakat sebagai kunci pencegahan dini. Sinergi antara warga dan aparat dinilai krusial untuk menekan potensi kejahatan jalanan, tawuran, dan aktivitas negatif lainnya, terutama yang melibatkan remaja pada malam hari.

“Polri mengimbau para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya, khususnya pada jam rawan malam hingga dini hari. Masyarakat juga diminta tidak ragu melaporkan setiap aktivitas mencurigakan melalui layanan Call Center Polri 110 yang aktif 24 jam, guna menjaga situasi Jakarta Timur tetap aman dan kondusif,” pungkasnya.