Paul Merson Soroti Mentalitas Arsenal di Tengah Ketatnya Perburuan Gelar Liga Inggris 2025/2026

Author Image

Irfan

21 Februari 2026

paul merson, arsenal, manchester city, liga inggris, premier league 2025/2026

Perburuan gelar juara Liga Primer Inggris musim 2025/2026 semakin memanas memasuki paruh kedua musim. , yang sempat kokoh di puncak klasemen, kini menghadapi tekanan besar dari . Situasi ini memicu komentar tajam dari pandit sepak bola sekaligus mantan pemain Arsenal, , yang menyoroti aspek mentalitas tim asuhan Mikel Arteta.

Hingga 19 Februari 2026, Arsenal masih memimpin klasemen Liga Primer dengan 58 poin dari 27 pertandingan, hasil dari 17 kemenangan, 7 seri, dan 3 kekalahan, serta selisih gol +32. Namun, keunggulan mereka kini hanya terpaut lima poin dari Manchester City yang berada di posisi kedua dengan 53 poin dari 26 pertandingan. Manchester City memiliki rekor 16 kemenangan, 5 seri, dan 5 kekalahan, dengan selisih gol +30.

Arsenal Terancam Label ‘Bottle Jobs’

Merson mengungkapkan kekhawatirannya terhadap performa Arsenal yang mulai goyah di awal tahun 2026. Ia menilai The Gunners berisiko dicap sebagai ‘bottle jobs’ setelah beberapa kali kehilangan poin dari posisi unggul. Salah satu insiden terbaru adalah saat Arsenal membuang keunggulan dua gol dan bermain imbang 2-2 melawan Wolverhampton Wanderers. Hasil tersebut menyusul hasil imbang lainnya saat bertandang ke markas Brentford.

Merson secara spesifik mengkritik manajemen pertandingan Arsenal. Ia menyoroti bagaimana tim kehilangan kendali atas tempo dan intensitas setelah Wolves mulai merasakan kerentanan. “Ketika Wolves menjadi 2-2, ada urgensi. Mereka tidak memiliki itu sebelumnya. Anda tidak bisa bermain seperti itu. Setiap pertandingan adalah final piala sampai akhir,” ujar Merson.

Mantan gelandang timnas Inggris itu juga terkejut dengan komentar pasca-pertandingan Mikel Arteta setelah hasil imbang melawan Wolves. Arteta menyatakan, “Ini adalah momen ketika Anda tidak tampil, dan Anda berada di level ini, dan ekspektasi berada di tempatnya. Anda harus menerima pukulan, karena kami juga pantas mendapatkannya.”

Merson mengaku terkejut dengan pengakuan Arteta tersebut. “Saya cukup terkejut dengan wawancara Arteta. Ini adalah pertama kalinya, sungguh, saya melihatnya tidak terlalu positif. Dia biasanya keluar dan berkata, ‘kami melakukan ini, kami melakukan itu.’ Dia mengatakan, ‘kami pantas mendapatkan pukulan,’ alih-alih keluar dan berkata, ‘kami unggul lima poin. Selama kami tidak dikalahkan oleh Manchester City, kami memenangkan liga.’ Itu tidak seperti itu,” kata Merson.

Statistik menunjukkan bahwa Arsenal telah kehilangan tujuh poin dari posisi unggul di Liga Primer pada tahun 2026, sebuah angka yang hanya dilampaui oleh Crystal Palace dan West Ham. Bagi tim yang mengejar gelar, kelalaian semacam itu bisa sangat merugikan.

Persaingan Ketat dengan Manchester City dan Peran Chelsea

Manchester City, di bawah asuhan Pep Guardiola, dikenal sebagai tim yang terbiasa dengan lonjakan performa di akhir musim. Dengan satu pertandingan di tangan, City berpotensi memangkas jarak menjadi hanya dua poin, membuat persaingan semakin ketat.

Merson juga menyoroti jadwal pertandingan Arsenal yang akan datang, termasuk laga-laga sulit melawan Chelsea dan Tottenham Hotspur. Ia percaya bahwa Chelsea dapat memainkan peran kunci dalam perburuan gelar, terutama dengan pertandingan mereka melawan Arsenal.

Sementara itu, Liverpool, juara bertahan musim 2024/2025, justru kesulitan bersaing di empat besar musim ini, menempati posisi keenam dengan 42 poin. Di sisi lain, Manchester United menunjukkan kebangkitan di bawah manajer interim Michael Carrick, menjadi satu-satunya tim yang tak terkalahkan di Liga Primer pada tahun 2026 sejauh ini, dengan empat kemenangan beruntun dan satu hasil imbang.

Baik Arsenal maupun Manchester City masih berkompetisi di berbagai ajang, termasuk Liga Champions dan Piala FA, serta akan saling berhadapan di final Piala Liga. Ini berarti kedua tim akan menghadapi beban kerja yang serupa. Meskipun demikian, Arsenal mungkin memiliki sedikit keuntungan dengan jadwal pertandingan yang relatif lebih mudah di akhir musim, menghadapi lawan-lawan yang berada di paruh bawah klasemen.

Dengan sisa 12 pertandingan, perburuan gelar Liga Primer 2025/2026 dipastikan akan menyajikan banyak drama. Tekanan psikologis akan menjadi faktor penentu bagi Arsenal untuk mengakhiri penantian panjang mereka akan gelar juara.