Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memulai pembongkaran 90 tiang monorel yang tersebar di sepanjang Jalan HR Rasuna Said dan Jalan Asia Afrika pada pekan depan, tepatnya minggu ketiga Januari 2026. Proses pembongkaran ini dipastikan tidak akan disertai dengan penutupan jalan demi kelancaran lalu lintas.
Sejarah Proyek Monorel yang Mangkrak
Proyek pembangunan monorel di Jakarta dimulai pada tahun 2004. Peresmian pemasangan tiang pancang pertama dilakukan oleh Presiden Megawati Soekarnoputri pada 14 Juni 2004 di Jalan Asia Afrika, Senayan, Jakarta Selatan. Namun, proyek ini menghadapi masalah pendanaan pada tahun 2008 ketika pengembang PT Jakarta Monorail (PT JM) dilaporkan mengalami kesulitan finansial. Akibatnya, tiang-tiang yang sudah terpasang menjadi mangkrak dengan nilai proyek mencapai USD 450 juta. PT JM mengaku tidak mampu memenuhi syarat investasi sebesar USD 144 juta.
Pada masa kepemimpinan Gubernur Fauzi Bowo tahun 2011, pembangunan proyek monorel akhirnya dihentikan. PT JM meminta ganti biaya investasi sebesar Rp 600 miliar, namun Pemprov DKI menolak dan hanya bersedia membayar sesuai rekomendasi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
Prioritas Pemprov DKI: Bersih-bersih Tiang Monorel
Gubernur Jakarta, Pramono Anung, telah merencanakan pembongkaran tiang monorel ini sebagai salah satu prioritas. Hal ini disampaikan Pramono pada Selasa (14/10/2025) di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat. Ia menargetkan proses bersih-bersih tiang monorel dimulai pada Januari 2026.
“Pokoknya doain bulan Januari depan kita udah mulai bersih-bersih,” kata Pramono. Ia menambahkan bahwa penyelesaian masalah tiang monorel menjadi salah satu prioritas dan meminta doa agar segera dapat dilaksanakan. “Tolong doakan saja, mudah-mudahan segera saya selesaikan,” ujarnya.
Konsultasi ke KPK dan Koordinasi Teknis
Sebelumnya, Pramono Anung telah mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk berkonsultasi mengenai rencana pembongkaran tiang monorel Jakarta. Pertemuan tersebut berlangsung pada Kamis (16/10) dengan pimpinan KPK, termasuk Setyo Budiyanto, Fitroh Rohcahyanto, dan Agus Joko Pramono.
“Beberapa hal yang pertama berkaitan dengan keinginan pemerintah Jakarta untuk segera melakukan pembersihan ataupun menyelesaikan persoalan monorel yang ada di sepanjang Jalan Rasuna Said ini,” kata Pramono di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.
Pembongkaran Dilakukan Pemprov DKI
Pramono Anung memastikan bahwa pembongkaran tiang monorel akan dilakukan pada minggu ketiga Januari 2026, tanpa penutupan jalan. “Pembongkaran monorel akan kami lakukan minggu ketiga, apakah hari Selasa atau Rabu depan. Dan untuk itu tidak dilakukan penutupan jalan,” tegas Pramono.
Dinas Bina Marga DKI Jakarta akan mengkoordinasikan pembongkaran dengan mengacu pada pengalaman penanganan proyek serupa sebelumnya, dengan tetap memprioritaskan aspek keselamatan dan kelancaran lalu lintas. “Dengan pengalaman yang ada, Bina Marga akan berkoordinasi untuk melakukan pembongkaran, tanpa penutupan jalan,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan sepenuhnya menangani pembongkaran ini. Pramono menjelaskan bahwa pihaknya sebelumnya telah menyurati PT Adhi Karya untuk melakukan pembongkaran, namun hingga batas waktu yang ditentukan tidak ada tindak lanjut. “Yang melakukan pembongkaran adalah Pemerintah DKI Jakarta, Bina Marga. Kenapa tidak dilakukan oleh Adhi Karya? Karena Adhi Karya sudah kami surati dan batas waktunya sudah lewat, sehingga kami akan melakukan sendiri,” jelasnya.






