Dakar – Pelatih tim nasional Senegal, Pape Thiaw, angkat bicara membela keputusannya melakukan aksi walk out saat final Piala Afrika 2025 melawan Maroko. Thiaw menegaskan bahwa tindakannya tersebut dilatarbelakangi rasa ketidakadilan yang dialami timnya.
Drama Penalti di Masa Injury Time
Pertandingan final yang digelar akhir pekan lalu tersebut berakhir dengan kemenangan Senegal 1-0 atas Maroko, berkat gol tunggal Pape Guaye di babak perpanjangan waktu. Namun, kemenangan ini diwarnai drama di menit-menit akhir injury time.
Saat itu, wasit meniup peluit tanda pelanggaran di kotak terlarang Senegal menyusul insiden yang melibatkan Brahim Diaz. Keputusan tersebut sontak memicu protes dari kubu Senegal.
Pape Thiaw, selaku pelatih, memerintahkan para pemainnya untuk meninggalkan lapangan dan kembali ke ruang ganti. Thiaw merasa keputusan wasit tidak adil, meskipun sudah dibantu peninjauan VAR. Menurutnya, pelanggaran terhadap Diaz tidak seharusnya berujung pada hadiah penalti.
Kekecewaan Thiaw semakin memuncak karena beberapa menit sebelumnya, Senegal juga merasa dirugikan oleh keputusan wasit yang menganulir gol mereka.
Pembelaan Pelatih dan Dukungan Sadio Mane
Laga sempat terhenti selama kurang lebih 15 menit sebelum akhirnya para pemain Senegal bersedia kembali ke lapangan. Keputusan untuk kembali bermain ini tak lepas dari peran Sadio Mane yang berhasil merayu rekan-rekannya.
Aksi walk out tersebut menuai kecaman dari berbagai pihak, terutama dari kubu Maroko. Menanggapi hal tersebut, Thiaw memberikan pembelaan melalui akun Instagramnya pada Kamis (22/1).
“Saya tidak pernah berniat untuk melanggar prinsip-prinsip olahraga yang sangat saya cintai,” tulis Thiaw. “Saya hanya mencoba melindungi pemain saya dari ketidakadilan. Apa yang sebagian orang anggap sebagai tindakan melanggar aturan, itu hanyalah reaksi emosional terhadap keputusan yang biasa.”
Ia menambahkan, “Setelah mempertimbangkan masak-masak, kami memutuskan untuk melanjutkan pertandingan dan meraih trofi.”
Sejarah Senegal di Piala Afrika
Kemenangan di Piala Afrika 2025 ini menambah catatan sejarah Senegal sebagai juara. Sebelumnya, tim berjuluk Singa Teranga ini juga berhasil meraih gelar pada tahun 2021. Ini menjadikan Senegal sebagai salah satu kekuatan dominan di benua Afrika dalam beberapa edisi terakhir.
(mrp/aff)
Sumber: 90Menit.ID






