Pemerintah Hong Kong bersiap mengumumkan rencana relokasi jangka panjang bagi ribuan penghuni Wang Fuk Court di Tai Po yang terdampak kebakaran hebat akhir November tahun lalu. Skema yang paling mungkin adalah pemerintah akan mengakuisisi hak kepemilikan unit apartemen dari para pemilik, ketimbang membangun ulang di lokasi yang sama.
Kebakaran tragis di kompleks perumahan bersubsidi tersebut menewaskan 168 orang dan membuat hampir 5.000 warga kehilangan tempat tinggal. Dari delapan blok yang ada, tujuh di antaranya mengalami kerusakan parah, sementara satu blok, Wang Chi House, dilaporkan tidak terdampak.
Opsi Akuisisi Jadi Prioritas
Kepala Eksekutif Hong Kong, John Lee Ka-chiu, sebelumnya menyatakan bahwa sebagian besar pemilik rumah di Wang Fuk Court cenderung menerima tawaran akuisisi hak properti oleh pemerintah. Hal ini menyusul hasil kuesioner yang disebarkan kepada warga pada Januari lalu, di mana sangat sedikit yang memilih rekonstruksi di lokasi asli. Mayoritas justru menginginkan solusi relokasi yang lebih cepat dan penyediaan akomodasi jangka panjang.
Pemerintah telah menolak opsi pembangunan ulang tujuh blok yang rusak parah. Keputusan ini didasarkan pada masalah struktural bangunan, perkiraan waktu pengerjaan yang bisa mencapai sepuluh tahun, serta beban yang akan ditanggung oleh para penghuni lansia. Wakil Sekretaris Keuangan Michael Wong Wai-lun, yang memimpin satuan tugas pengaturan akomodasi darurat, dijadwalkan akan mengadakan konferensi pers untuk merinci rencana tersebut.
Penawaran Harga Lebih Tinggi
Harga akuisisi yang ditawarkan pemerintah diperkirakan akan lebih tinggi dari estimasi awal para penilai properti. Laporan terbaru menunjukkan harga sekitar HK$8.000 per kaki persegi untuk unit tanpa premi lahan terbayar dan lebih dari HK$10.000 per kaki persegi untuk unit dengan premi lahan terbayar. Angka ini melampaui nilai pasar sebelum kebakaran dan kemungkinan besar mencakup subsidi tambahan.
Berdasarkan luas area penjualan bersih sekitar 790.000 kaki persegi (tidak termasuk Wang Chi House), total pengeluaran publik diperkirakan antara HK$6,3 miliar hingga HK$7,9 miliar. Dana Dukungan untuk Wang Fuk Court saat ini memiliki sisa sekitar HK$30 miliar, namun akuisisi penuh bisa memerlukan tambahan HK$20 miliar atau lebih dari dana publik. Jika pemilik menyetujui penjualan terpadu kepada pemerintah, hak klaim asuransi akan dialihkan ke pemerintah, menyederhanakan proses klaim yang rumit bagi warga.
Pilihan Relokasi dan Tantangan
Pemerintah akan menyediakan berbagai pilihan relokasi bagi keluarga yang terdampak, termasuk unit-unit di bawah Skema Kepemilikan Rumah (HOS) dan Skema Kepemilikan Rumah Bersubsidi Bentuk Hijau (GFSHOS), serta unit-unit dari Hong Kong Housing Society. Pilihan akomodasi dapat berada di Tai Po atau di distrik lain.
Opsi relokasi tercepat adalah Shing Chi Court di Kowloon Bay, dengan kemungkinan penempatan mulai September 2026. Sementara itu, lokasi lain di Tai Po seperti Chung Nga Road West dan Kwong Fuk Park menawarkan unit yang akan tersedia masing-masing pada tahun 2029 dan 2033. Proyek HOS baru juga mencakup Kam Tin Wui Hei Court, Tung Chung Yu Fung Court, Ping Shan Long Fung Court, Kai Tak Kai Yeung Court, dan Tseung Kwan O Ying Fai Court, dengan Kai Tak dianggap sebagai tujuan yang lebih disukai di antara pilihan bersubsidi.
John Lee Ka-chiu menekankan bahwa pemerintah menghadapi tantangan dalam menyeimbangkan kebutuhan beragam setiap keluarga, ketidakpastian terkait klaim asuransi kewajiban publik, dan potensi masalah hukum. Selain itu, memastikan penggunaan sumber daya publik yang efisien dan wajar juga menjadi perhatian utama.