Pemerintah Matangkan Rekayasa Arus Mudik Lebaran 2026 di Pelabuhan Merak-Bakauheni

pemerintah, matangkan, rekayasa, pelabuhan, maret

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perhubungan, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri, dan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) telah mematangkan berbagai skema rekayasa lalu lintas dan penyeberangan guna menghadapi lonjakan arus mudik Lebaran 2026/1447 Hijriah. Fokus utama persiapan ini berada di lintasan strategis Merak-Bakauheni serta Ketapang-Gilimanuk, yang diprediksi akan menjadi titik kepadatan tertinggi.

Kepala Korlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryo Nugroho, menyebut kebijakan Work From Anywhere (WFA) diharapkan mampu mengurai pergerakan masyarakat. Menurut Agus, skema WFA berpotensi menggeser puncak arus mudik Lebaran 2026. Prediksi puncak arus mudik diperkirakan jatuh pada 15 Maret 2026 atau H-3 Idul Fitri, namun juga bisa bergeser ke 18 Maret 2026. Sementara itu, puncak arus balik diproyeksikan terjadi pada 23 Maret 2026 atau H+2 Lebaran. Operasi Ketupat 2026 sendiri akan dimulai pada H-7 Lebaran, melibatkan unsur Polri, TNI, SAR, BMKG, dan instansi terkait lainnya.

Strategi di Lintasan Merak-Bakauheni

Lintasan Merak-Bakauheni diproyeksikan menjadi jalur penyeberangan paling padat, dengan perkiraan pergerakan hampir empat juta orang. Provinsi Lampung menjadi salah satu tujuan favorit pemudik dari Jabodetabek, dengan estimasi kedatangan 2,94 juta penumpang di Pelabuhan Bakauheni. Untuk mengantisipasi hal ini, ASDP menyiagakan 75 kapal dan memperkuat kapasitas layanan dengan penambahan Dermaga Ekspres Pelabuhan Merak menjadi dua dermaga.

Pemerintah juga menyiapkan sejumlah pelabuhan alternatif untuk memecah kepadatan. Pelabuhan Ciwandan akan melayani sepeda motor dan truk kecil, sementara Pelabuhan BBJ Bojonegara dikhususkan untuk truk golongan 7, 8, dan 9. Pelabuhan Merak sendiri akan fokus melayani kendaraan pribadi dan bus. Selain itu, Pelabuhan Sumur Makmur Abadi (SMA) juga disiapkan untuk angkutan barang dan sepeda motor.

Polda Banten dan Polda Lampung akan menerapkan strategi delaying system atau sistem tunggu secara situasional di sepuluh titik buffer zone yang tersebar di sepanjang jalan tol dan arteri menuju pelabuhan. Pembatasan lokasi pembelian tiket juga diberlakukan dengan radius minimal 4,71 kilometer dari area pelabuhan untuk mencegah penumpukan kendaraan.

Kebijakan Tarif dan Tiket

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memberlakukan kebijakan tarif tunggal (single tarif) untuk layanan eksekutif Merak-Bakauheni, menyamakan harganya dengan layanan reguler. Kebijakan ini berlaku mulai 13 Maret pukul 12.00 WIB hingga 20 Maret 2026 pukul 15.00 WIB dari Pelabuhan Merak, dan dari Pelabuhan Bakauheni pada 23 Maret pukul 00.00 WIB hingga 29 Maret 2026 pukul 24.00 WIB. Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menyatakan kebijakan ini bertujuan untuk mendukung kelancaran distribusi trafik dan meringankan beban masyarakat.

Selain itu, ASDP juga memberikan stimulus diskon tarif sebesar 100% untuk jasa kepelabuhanan, yang setara dengan potongan rata-rata 21,9% dari total harga tiket. Diskon ini berlaku selama 20 hari, mulai 12 hingga 31 Maret 2026, mencakup 14 pelabuhan dan tujuh lintasan, termasuk Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk. Diskon ini berlaku terbatas bagi penumpang pejalan kaki dan kendaraan penumpang golongan II dan IVA untuk layanan reguler, serta pejalan kaki dan kendaraan golongan II untuk layanan eksekutif.

Masyarakat diimbau untuk segera melakukan reservasi tiket secara mandiri melalui aplikasi dan situs resmi Ferizy. ASDP menegaskan bahwa isu habisnya tiket penyeberangan untuk periode 18-31 Maret 2026 adalah tidak benar, dengan ketersediaan kuota tiket masih mencapai 99,9% atau setara 2,42 juta tiket untuk periode 11 Maret hingga 1 April 2026.

Kesiapan Lintasan Ketapang-Gilimanuk

Di lintasan Ketapang-Gilimanuk, ASDP memproyeksikan 1,67 juta penumpang dan 453.964 unit kendaraan akan melintas, menunjukkan peningkatan 3-5% dari tahun sebelumnya. Sebanyak 56 kapal disiagakan, dengan potensi penambahan hingga 32 kapal saat kondisi sangat padat. Penambahan kapal berkapasitas besar juga dilakukan dari lima menjadi tujuh unit untuk meningkatkan daya angkut dan mempercepat rotasi kapal. Pemudik diimbau untuk membeli tiket lebih awal melalui Ferizy sejak H-60 dan disiplin terhadap jadwal keberangkatan untuk menekan potensi penumpukan. Antisipasi khusus juga disiapkan mengingat penutupan operasional di Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk saat Hari Raya Nyepi yang bertepatan dengan H-1 Lebaran 2026.