Pemerintah Indonesia secara resmi telah memulai penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau yang dikenal juga sebagai Program Sembako untuk tahap pertama tahun 2026. Bantuan sosial ini ditujukan kepada jutaan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh Indonesia, dengan nominal Rp 600.000 yang mencakup alokasi tiga bulan sekaligus, yakni Januari hingga Maret 2026.
Pencairan dana BPNT tahap awal ini telah berlangsung sejak pertengahan Februari 2026, menyusul proses verifikasi dan pemadanan data penerima manfaat yang dilakukan Kementerian Sosial (Kemensos) pada Januari. Dana sebesar Rp 600.000 tersebut merupakan akumulasi dari bantuan bulanan sebesar Rp 200.000 per KPM. Penyaluran dilakukan melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang terhubung dengan bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) seperti BRI, BNI, Mandiri, BTN, dan BSI, atau dapat juga dicairkan melalui kantor pos sesuai domisili penerima.
Sejumlah penerima manfaat di berbagai daerah telah melaporkan bahwa dana bantuan sudah masuk ke rekening KKS mereka. Salah satunya adalah Dwi, warga Sragen, yang menyatakan, “Bansos BPNT saya sudah cair hari Sabtu (14/2/2026) lewat KKS Bank BNI.” Mekanisme pencairan secara rapel ini diharapkan dapat memberikan kelonggaran finansial bagi keluarga penerima, terutama dalam menghadapi fluktuasi harga kebutuhan pokok di awal tahun.
Kriteria dan Basis Data Penerima BPNT 2026
Kemensos mengacu pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai basis utama penetapan penerima bantuan. Untuk tahun 2026, terdapat pembaruan kriteria penerima BPNT. Jika sebelumnya mencakup desil 1 hingga 5, kini prioritas utama diberikan kepada masyarakat yang termasuk dalam kategori Desil 1 hingga 4 berdasarkan DTSEN.
Perubahan ini bertujuan untuk lebih mempertajam sasaran bantuan agar benar-benar diterima oleh kelompok masyarakat paling prasejahtera. Kuota penerima BPNT tahun ini mencapai sekitar 18,2 juta KPM. Masyarakat yang belum terdaftar namun memenuhi kriteria dapat mengajukan usulan melalui desa/kelurahan/dinas sosial setempat atau menggunakan aplikasi Cek Bansos.
Cara Mudah Cek Status Penerima BPNT Lewat Ponsel
Untuk memastikan status kepesertaan dan pencairan BPNT 2026, masyarakat dapat melakukan pengecekan secara mandiri melalui dua metode praktis menggunakan ponsel:
1. Melalui Situs Resmi Kemensos
- Akses laman https://cekbansos.kemensos.go.id melalui peramban di ponsel Anda.
- Masukkan data wilayah sesuai Kartu Tanda Penduduk (KTP), mulai dari provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, hingga desa/kelurahan.
- Ketik nama lengkap penerima manfaat sesuai identitas di KTP.
- Masukkan kode verifikasi (captcha) yang muncul di layar.
- Klik tombol “Cari Data” untuk melihat hasilnya.
2. Melalui Aplikasi Cek Bansos
- Unduh aplikasi “Cek Bansos” dari Kementerian Sosial Republik Indonesia melalui Play Store (Android) atau App Store (iOS).
- Jika belum memiliki akun, pilih “Buat Akun Baru” dan lengkapi data diri yang diperlukan, serta buat username dan password.
- Masuk kembali menggunakan akun yang telah dibuat.
- Pada halaman utama, pilih menu “Cek Bansos”.
- Isi data sesuai KTP: provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, desa/kelurahan, dan nama lengkap.
- Masukkan kode verifikasi yang tertera.
- Tekan “Cari Data”.
Jika terdaftar sebagai penerima, sistem akan menampilkan informasi mengenai nama penerima, jenis bantuan, dan status pencairannya. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap potensi penipuan dan tautan palsu yang mengatasnamakan bantuan sosial.
Selain BPNT, pemerintah juga meluncurkan skema bantuan ganda menjelang Ramadan 2026, termasuk paket sembako fisik berupa beras 20 kilogram dan minyak goreng 4 liter. Bantuan tambahan ini diperluas hingga sekitar 35 juta penerima secara nasional, sebagai upaya menjaga ketahanan pangan keluarga di tengah kenaikan harga bahan pokok.