Pemerintah Pastikan Jalur Mudik Lebaran 2026 Siap H-10, Diskon Tol hingga 30% Digodok

kementerian pupr, kementerian perhubungan, korlantas polri, mudik lebaran 2026, jalur pantura

Pemerintah Indonesia terus menggenjot persiapan infrastruktur dan layanan transportasi menjelang arus mudik Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026. Berbagai kementerian dan lembaga terkait memastikan seluruh jalur mudik, baik jalan nasional maupun jalan tol, siap digunakan paling lambat sepuluh hari sebelum Hari Raya Idulfitri. Langkah ini diambil untuk menjamin kelancaran dan keamanan perjalanan jutaan pemudik yang diprediksi akan bergerak.

Perbaikan Jalur Pantura dan Jalan Nasional Dikebut

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan perbaikan jalan di jalur Pantai Utara (Pantura) Jawa rampung sebelum puncak arus mudik. Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menegaskan bahwa penanganan lubang jalan menjadi prioritas utama dan harus tuntas sebelum puncak arus mudik. Di wilayah Pantura Barat, jumlah lubang yang semula tercatat sekitar 7.000 titik kini telah berkurang drastis menjadi 2.500 titik per 1 Maret 2026. “Dilaporkan ada sekitar 7.000 lubang, sekarang sudah turun drastis ke angka 2.500. Kami pastikan sebelum arus mudik, hampir seluruhnya sudah pothole-free (bebas lubang),” ujar Menteri Dody saat meninjau ruas Pantura Kabupaten Indramayu.

Perbaikan juga difokuskan pada Jembatan Cilamaya di Kabupaten Subang, Jawa Barat, yang merupakan simpul krusial lalu lintas kendaraan berat dan pribadi. Metode perbaikan mencakup scraping (pengupasan lapisan aspal lama) dan pelapisan ulang menggunakan aspal AC-WC PG 70 yang dirancang untuk beban lalu lintas berat dan iklim ekstrem. Sementara itu, di Jawa Tengah, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah-DI Yogyakarta Moch Iqbal Tamher menyatakan bahwa tingkat kemantapan jalan nasional di provinsi tersebut mencapai 93,47 persen per 27 Februari 2026. Ruas Pemalang–Pekalongan, yang merupakan bagian penting dari koridor strategis Pantura, juga dikebut perbaikannya dengan progres fisik mencapai 78,89 persen, melampaui target rencana sebesar 37,66 persen. “Ruas Pemalang–Pekalongan ini harus dipastikan dalam kondisi mantap dan aman dilalui masyarakat sebelum Lebaran,” kata Menteri PU Dody Hanggodo.

Pemerintah Kabupaten Bekasi turut mengalokasikan anggaran sebesar Rp11 miliar dari APBD untuk perbaikan Jalan Inspeksi Kalimalang yang menjadi akses vital bagi pemudik. Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi Kabupaten Bekasi, Henri Lincoln, menargetkan pekerjaan ini rampung paling lambat tujuh hari sebelum Hari Raya Idulfitri.

Kesiapan Jalan Tol dan Rekayasa Lalu Lintas

Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum menginstruksikan seluruh perbaikan konstruksi jalan tol wajib tuntas pada H-10 Lebaran 2026. Hal ini untuk memastikan tidak ada pekerjaan aktif di badan jalan yang dapat menghambat mobilitas masyarakat. Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho juga memastikan perbaikan infrastruktur jalan tol akan rampung maksimal H-7 Lebaran 2026. “Kemarin saya dari kilometer 1 sampai 188, masih ada jalan yang dalam perbaikan. Jadi, memang dengan kondisi cuaca kemarin sebagian jalan rusak,” ujar Agus.

Untuk mengurai kepadatan, sejumlah ruas tol fungsional akan dioperasikan secara gratis. Ini termasuk sebagian ruas Tol Probolinggo–Banyuwangi, Tol Jakarta–Cikampek II Selatan, Tol Jogja–Solo segmen Prambanan–Purwomartani, serta Tol Jogja–Bawen segmen Ambarawa–Bawen, dengan total panjang sekitar 120,76 kilometer. Secara keseluruhan, pemerintah menyiapkan sekitar 198 kilometer tol fungsional gratis. Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri telah menyiapkan skenario rekayasa lalu lintas seperti contraflow dan one way, termasuk pemanfaatan jalan tol fungsional seperti Japek Selatan dan Japek II untuk arus balik. Selain itu, pembatasan operasional angkutan berat juga akan diterapkan, kecuali untuk kendaraan pengangkut kebutuhan pokok.

Prediksi Pemudik dan Dukungan Multimoda

memprediksi potensi pergerakan masyarakat saat Lebaran 2026 mencapai 143,91 juta orang. Puncak arus diprediksi terjadi pada tanggal 13 dan 18 Maret, sementara arus balik diperkirakan mulai memadati jalan tol pada 23 Maret 2026. Operasi Ketupat 2026 oleh Polri akan digelar pada 13-26 Maret 2026.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menekankan pentingnya sinergi antar moda transportasi untuk mengurangi beban jalan raya. “Kami minta supaya jalan-jalan yang nanti akan dilalui oleh para pemudik yang menggunakan kendaraan roda dua dapat diperbaiki,” kata Dudy. Kementerian Perhubungan juga menyiapkan diskon tiket pesawat hingga 18 persen untuk periode mudik Lebaran 2026. Program Mudik Gratis 2026 oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) juga dibuka mulai 1 hingga 15 Maret 2026, dengan menyiapkan 401 unit bus berkapasitas 15.834 penumpang.

Selain itu, pemerintah tengah menggodok skema diskon tarif tol hingga 30 persen bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) untuk mengurangi biaya perjalanan masyarakat. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyebut koordinasi lintas kementerian telah mengarah pada pemberian diskon minimal 20% di sejumlah ruas tol strategis. Kesiapan fasilitas pendukung seperti rest area juga menjadi perhatian, dengan penambahan tiga rest area fungsional untuk memperkuat kapasitas layanan. Pelabuhan PT Sumur Makmur Abadi (SMA) juga akan difungsikan untuk mengimbangi lalu lintas di Pelabuhan Bakauheni Lampung.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno juga memimpin rapat koordinasi untuk mematangkan persiapan, termasuk penyesuaian libur sekolah dan fleksibilitas kerja ASN guna mengurangi kepadatan arus mudik dan balik. Meskipun demikian, cuaca yang tak menentu menjadi salah satu tantangan mudik tahun ini, seperti yang diungkapkan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi.