Pemerintah Targetkan Jalan Tol dan Nasional Bebas Lubang H-10 Lebaran 2026

Author Image

Hodak

28 Februari 2026

lebaran 2026, mudik, korlantas polri, kementerian pupr, jalan tol

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri tengah memacu persiapan intensif menjelang arus . Fokus utama adalah memastikan seluruh infrastruktur jalan, baik tol maupun nasional, berada dalam kondisi prima dengan target bebas lubang atau ‘zero pothole’ paling lambat H-10 sebelum Hari Raya Idulfitri. Langkah ini diambil untuk menjamin kelancaran dan keselamatan jutaan pemudik yang diperkirakan akan bergerak.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memprediksi sekitar 143,9 juta orang akan melakukan perjalanan mudik Lebaran 2026, sebuah angka yang menunjukkan potensi pergerakan masif di seluruh penjuru negeri. Meskipun survei menunjukkan sedikit penurunan dari tahun sebelumnya, kewaspadaan tetap ditingkatkan mengingat realisasi jumlah pemudik pada 2025 melampaui prediksi awal. Sementara itu, memperkirakan 3,6 juta kendaraan akan melintasi ruas tol Trans Jawa dan Trans Sumatera.

Perbaikan Infrastruktur Jalan Dikebut

dan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) telah menginstruksikan seluruh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) untuk menuntaskan penanganan titik kerusakan, termasuk lubang dan perkerasan minor, maksimal hingga 10 Maret 2026. Wakil Menteri PU Diana Kusumastuti menegaskan, instruksi ini bertujuan untuk memastikan kondisi ‘zero pothole’ pada jalan tol. Progres perbaikan di berbagai koridor jalan tol utama, seperti Jakarta Raya, Merak-Jakarta, Cipali-Semarang, dan Semarang-Gempol, menunjukkan persentase penyelesaian yang bervariasi, dengan target 100 persen rampung pada 10 Maret 2026.

Tidak hanya jalan tol, perbaikan jalan nasional, khususnya di jalur Pantai Utara (Pantura) Jawa, juga menjadi prioritas. Menteri PU Dody Hanggodo memastikan bahwa jalur Pantura barat akan bebas lubang pada H-10 Lebaran. Pekerjaan konstruksi permanen yang berpotensi mengganggu lalu lintas akan dihentikan sementara mulai 11 Maret hingga 1 April 2026, kecuali untuk pemeliharaan minor atau darurat.

Untuk mendukung kelancaran arus, pemerintah juga akan mengoperasikan enam ruas tol fungsional secara gratis di jalur Trans Jawa dan Trans Sumatera, dengan total panjang 198 kilometer. Beberapa di antaranya adalah Tol Probolinggo-Banyuwangi, Tol Jakarta-Cikampek II Selatan, serta Tol Jogja-Bawen dan Jogja-Solo. Selain itu, 25 tempat istirahat (rest area) telah disiapkan, ditambah tiga rest area fungsional untuk mengantisipasi kepadatan. Kebijakan diskon tarif tol sebesar 30 persen juga sedang dimatangkan untuk periode mudik.

Strategi Pengamanan dan Rekayasa Lalu Lintas

Korlantas Polri akan menggelar Operasi Ketupat 2026 mulai 13 hingga 26 Maret 2026 untuk mengamankan arus mudik dan balik. Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho menyatakan, berbagai persiapan telah dilakukan secara komprehensif dan siap berkolaborasi dengan pemangku kepentingan. Kakorlantas juga menggaungkan tagline “Mudik Aman, Keluarga Bahagia” yang dijadwalkan diluncurkan pada 3 Maret 2026, menekankan keselamatan sebagai prioritas utama.

Puncak arus mudik diprediksi jatuh pada Rabu, 18 Maret 2026 (H-3 Lebaran), sementara puncak arus balik diperkirakan pada Senin, 24 Maret 2026 (H+3 Lebaran). Untuk mengurai kepadatan, rekayasa lalu lintas seperti sistem satu arah (one way), contraflow, dan ganjil-genap akan diberlakukan. Sistem one way arus mudik akan diterapkan dari KM 70 Tol Jakarta-Cikampek hingga KM 421 Tol Semarang-Solo mulai 17 Maret pukul 12.00 WIB hingga 20 Maret 2026 pukul 24.00 WIB. Sementara itu, ganjil-genap akan berlaku ketat di ruas Tol Karawang Barat KM 47 hingga Tol Kalikangkung KM 414, serta Tol Tangerang-Merak KM 31-98.

Selain itu, pembatasan operasional angkutan barang dengan sumbu tiga atau lebih, kendaraan dengan kereta tempelan atau gandengan, serta angkutan hasil galian, tambang, dan bahan bangunan akan diberlakukan pada 13 hingga 29 Maret 2026. Pengecualian diberikan untuk kendaraan pengangkut bahan pokok, bahan bakar minyak (BBM), dan kebutuhan penting lainnya. Korlantas Polri juga menyiapkan 25 pos pelayanan terpadu di titik-titik krusial, tersebar di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, D.I. Yogyakarta, Banten, Lampung, dan Palembang. Pengamanan Operasi Ketupat akan difokuskan pada empat klaster utama: jalur arteri dan tol, tempat ibadah dan kawasan wisata, lokasi penyeberangan, serta simpul transportasi publik. Irjen Pol. Agus Suryonugroho turut mengingatkan bahaya kendaraan over dimension and over load (ODOL) yang dapat mengganggu kelancaran dan keselamatan. Untuk mendukung kelancaran arus, pemerintah juga menyepakati penerapan kebijakan Work From Anywhere (WFA) bagi Aparatur Sipil Negara dan sebagian pekerja swasta pada 16-17 Maret (mudik) dan 25-26 Maret (balik).