RANGKASBITUNG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak akan melanjutkan proyek revitalisasi Alun-alun Rangkasbitung pada tahun 2026 dengan alokasi anggaran sebesar Rp 1 miliar. Fokus utama revitalisasi lanjutan ini adalah peningkatan fasilitas umum, terutama toilet dan jalur pedestrian.
Anggaran Revitalisasi Lanjutan
Bupati Lebak, Hasbi Asyidiki Jayabaya, menyatakan bahwa anggaran sebesar Rp 1 miliar telah disiapkan untuk peningkatan kapasitas alun-alun di tahun 2026. “Tahun 2026 ini akan ada peningkatan kapasitas, anggaran yang disiapkan Rp 1 miliar,” ujar Hasbi kepada wartawan, Selasa (6/1/2026).
Anggaran ini merupakan kelanjutan dari proyek revitalisasi yang telah berjalan sebelumnya. Pada tahun 2025, Pemkab Lebak telah menggelontorkan dana sebesar Rp 4,9 miliar untuk penataan alun-alun. Hasbi menilai masih ada beberapa fasilitas penting yang perlu ditambahkan dan ditingkatkan.
Fokus pada Toilet dan Jalur Pedestrian
Menurut Hasbi, toilet dan peningkatan fasilitas untuk pejalan kaki menjadi prioritas utama dalam revitalisasi lanjutan ini. “Toilet dan (jalur) pedestrian menjadi perhatian kami. Akan segera dikerjakan oleh Dinas PUPR,” jelasnya.
Tata Kota dan Investasi
Hasbi menjelaskan bahwa program pembenahan tata kota, termasuk revitalisasi alun-alun, merupakan upaya strategis untuk menjadikan Rangkasbitung sebagai ikon daerah. Ia berpendapat bahwa penataan kota yang baik akan menarik minat investor untuk berinvestasi di Lebak.
“Kalau kita sebagai pemerintah daerah tidak mulai memperbaiki tata kota, khususnya di Rangkasbitung sebagai ibu kota kabupaten, secara statistik 10 tahun terakhir tidak ada investor yang mau berinvestasi,” ungkapnya.
Penataan Pedagang Kaki Lima
Selain fasilitas umum, Pemkab Lebak juga berencana menata keberadaan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan alun-alun. Mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10 Tahun 2018, kawasan alun-alun seharusnya bebas dari pedagang. Namun, pemerintah daerah tetap akan memikirkan solusi terbaik bagi para pedagang.
“Namun pemerintah harus tetap memikirkan dulu solusinya,” tegas Hasbi.