JEMBRANA – Suasana arus mudik Lebaran 2026 di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, diwarnai duka setelah seorang pemudik perempuan berinisial RP (39) ditemukan meninggal dunia di dalam bus yang ditumpanginya pada Rabu, 18 Maret 2026 pagi. Ibu rumah tangga asal Kebumen, Jawa Tengah, tersebut mengembuskan napas terakhir saat bus terjebak antrean panjang menuju pelabuhan penyeberangan ke Pulau Jawa.
Kronologi Kejadian di Gilimanuk
Peristiwa tragis ini bermula ketika RP melakukan perjalanan seorang diri dari Denpasar, Bali, menuju kampung halamannya di Kebumen. Ia menumpang bus Tami Jaya dengan nomor polisi AB 7991 AS. Sekitar pukul 06.45 WITA, RP dilaporkan pingsan di dalam bus saat kendaraan berada di kawasan simpang manuver, tepatnya di pintu masuk Pelabuhan Gilimanuk.
Kondektur bus yang mengetahui kondisi RP segera meminta bantuan kepada petugas kesehatan yang berjaga di lokasi. Petugas Satgas 5 Tindak Subsatgas Pintu Keluar Bali dengan sigap mengevakuasi korban dan memberikan tindakan medis darurat berupa resusitasi jantung paru (RJP) di Kantor Kesehatan Karantina. Namun, setelah dilarikan ke Puskesmas II Melaya (juga disebut Puskesmas Gilimanuk) untuk penanganan lebih lanjut, nyawa RP tidak dapat diselamatkan.
Tanggapan Pihak Berwenang dan Hasil Pemeriksaan
Komisaris Polisi I Nyoman Wiryadarma, Kasub Satgas Pengamanan Gilimanuk dalam Operasi Ketupat Agung 2026, membenarkan insiden tersebut. “Kami mendapatkan laporan dari kondektur bus ada penumpang yang pingsan. Saat kami cek ke dalam bus, yang bersangkutan sudah meninggal dunia,” ujar Kompol Wiryadarma. Dokter jaga UGD Puskesmas II Melaya menyatakan RP sudah dalam keadaan meninggal dunia saat tiba di fasilitas kesehatan.
Kapolres Jembrana, AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati, juga mengonfirmasi kejadian ini. Berdasarkan pemeriksaan luar yang dilakukan oleh tim medis, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau hal-hal yang mencurigakan pada tubuh korban. Oleh karena itu, pemeriksaan lebih lanjut seperti autopsi tidak dilakukan.
Koordinasi Pemulangan Jenazah oleh Kementerian Perhubungan
Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya RP. Sebagai bentuk kepedulian negara, Kemenhub berkoordinasi dengan Kepolisian RI, PT ASDP Indonesia Ferry, dan PT Pelindo untuk memastikan pemulangan jenazah dilakukan dengan layak sampai di rumah duka di Kebumen.
Jenazah RP telah diberangkatkan dari Pelabuhan Gilimanuk menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, menggunakan KMP Dharma Kencana 9 pada Kamis, 19 Maret 2026, pukul 14.00 WITA. Kepala Distrik Navigasi Cilacap juga ditugaskan untuk menyambut kedatangan jenazah di rumah duka di Kebumen sebagai representasi kehadiran Kemenhub bagi keluarga almarhumah.
Imbauan Kesehatan bagi Pemudik
Mengingat padatnya arus mudik dan potensi kelelahan selama perjalanan, pihak berwenang mengimbau seluruh pemudik untuk senantiasa memperhatikan kondisi kesehatan. “Kami tentu tidak tahu kondisi kesehatan pemudik satu per satu. Yang tahu adalah diri mereka sendiri. Kalau kurang sehat lebih baik istirahat,” ujar Kapolres Jembrana AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati.
Kemenhub juga menekankan pentingnya beristirahat yang cukup sebelum dan selama perjalanan, serta segera melapor kepada petugas di lapangan apabila merasa kondisi badan tidak sehat. Insiden ini menjadi pengingat bagi para pemudik untuk memprioritaskan kesehatan demi kelancaran dan keselamatan perjalanan menuju kampung halaman.