Pemerintah, melalui Kementerian Sosial (Kemensos), terus mempercepat penyaluran berbagai program bantuan sosial (bansos) sepanjang Maret 2026. Fokus utama penyaluran bulan ini adalah Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) atau yang juga dikenal sebagai Kartu Sembako. Langkah ini diambil sebagai komitmen pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah berbagai tantangan ekonomi.
Maret 2026 menandai periode terakhir pencairan bansos tahap pertama yang berlangsung dari Januari hingga Maret. Penyaluran PKH dan BPNT umumnya dilakukan secara bertahap setiap tiga bulan sekali. Dana bantuan ini diproyeksikan akan didistribusikan melalui bank penyalur seperti BRI, BNI, Mandiri, dan BSI untuk PKH. Sementara itu, BPNT akan disalurkan melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) atau PT Pos Indonesia.
Akurasi Penyaluran Bansos dan Potensi Bantuan Ganda
Kemensos menegaskan komitmennya untuk memastikan penyaluran bansos tepat sasaran. Hal ini diwujudkan melalui penerapan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang memuat kondisi riil perekonomian masyarakat. Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, mengonfirmasi penggunaan basis data ini saat meninjau kesiapan pemutakhiran sistem.
Kriteria penerima bansos diprioritaskan bagi masyarakat yang masuk dalam desil 1 hingga 4, yaitu kelompok penduduk dengan tingkat kesejahteraan paling bawah. Selain itu, terdapat potensi bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk menerima bantuan ganda, yakni PKH dan BPNT sekaligus, jika mereka memenuhi kriteria dan terdaftar dalam DTKS atau DTSEN. Nominal bantuan PKH bervariasi tergantung kategori, mulai dari Rp225.000 hingga Rp750.000 per tahap untuk komponen seperti ibu hamil, anak usia dini, siswa SD, SMP, SMA, lansia, dan penyandang disabilitas berat. Sementara itu, BPNT disalurkan dalam bentuk saldo elektronik sebesar Rp200.000 per bulan, yang kerap dicairkan secara rapel setiap tiga bulan sehingga totalnya mencapai Rp600.000 per tahap.
Masyarakat dapat memeriksa status kepesertaan bansos secara mandiri melalui situs resmi Kemensos di cekbansos.kemensos.go.id atau melalui aplikasi “Cek Bansos” yang tersedia. Penyaluran bansos PKH dan BPNT juga dipastikan tetap berjalan meskipun bertepatan dengan libur panjang Idul Fitri 2026.
KIP Kuliah SNBT 2026 Mulai Dibuka 25 Maret
Di sisi lain, bagi para calon mahasiswa, pendaftaran Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 akan resmi dibuka pada 25 Maret 2026. Periode pendaftaran ini akan berlangsung hingga 7 April 2026. Pengumuman hasil SNBT 2026 sendiri dijadwalkan pada 25 Mei 2026.
Pendaftaran akun siswa KIP Kuliah telah dibuka sejak 3 Februari dan akan berakhir pada 31 Oktober 2026. Calon peserta diwajibkan untuk memastikan keabsahan data Nomor Induk Siswa Nasional (NISN), Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN), Nomor Induk Kependudukan (NIK), serta alamat email yang aktif. KIP Kuliah tidak hanya berlaku untuk jalur SNBT, tetapi juga untuk Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Mandiri Perguruan Tinggi Negeri (PTN), dan Seleksi Mandiri Perguruan Tinggi Swasta (PTS).
Syarat utama penerima KIP Kuliah 2026 meliputi siswa SMA/SMK sederajat lulusan tahun 2026, 2025, atau 2024 yang lulus seleksi masuk PTN/PTS, memiliki potensi akademik yang baik, dan berasal dari keluarga kurang mampu. Keterbatasan ekonomi ini dapat dibuktikan dengan kepemilikan Kartu Indonesia Pintar (KIP), terdata dalam DTSEN maksimal pada desil 4, atau memiliki pendapatan orang tua di bawah Upah Minimum Provinsi (UMP) domisili asal.
Manfaat yang ditawarkan KIP Kuliah sangat signifikan, mencakup pembebasan biaya pendaftaran SNBT dan seleksi mandiri, biaya kuliah gratis hingga lulus (disesuaikan dengan akreditasi program studi), serta bantuan biaya hidup yang terbagi dalam lima klaster wilayah, dengan besaran mulai dari Rp800 ribu hingga Rp1,4 juta per bulan. Pada tahun 2026, kuota KIP Kuliah tersedia untuk 1.047.221 mahasiswa dengan total anggaran mencapai Rp15,32 triliun.