Operasi pencarian terhadap seorang pria bernama Nusyirwan (35) yang diduga melompat dari Jembatan 5 Barelang, Kota Batam, Kepulauan Riau, memasuki hari kedua pada Selasa, 24 Maret 2026. Hingga saat ini, tim SAR gabungan masih belum berhasil menemukan korban di perairan sekitar lokasi kejadian.
Insiden tragis ini dilaporkan terjadi pada Senin, 23 Maret 2026, sekitar pukul 10.00 WIB. Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang menerima laporan mengenai kejadian ini pada pukul 11.55 WIB dari Polsek Galang. Menurut keterangan saksi mata bernama Adi, yang saat itu sedang memancing di dekat jembatan, ia mendengar suara dentuman keras seperti benda jatuh ke air. Setelah itu, Adi melihat seorang pria berpakaian hitam sudah hanyut terbawa arus laut.
Di lokasi kejadian, petugas menemukan sejumlah barang yang diduga milik korban tergeletak di atas jembatan. Barang bukti tersebut meliputi kartu SIM, satu unit sepeda motor jenis matik Honda Vario dengan nomor polisi BP 5707, kunci, STNK, serta dompet. Berdasarkan informasi, Nusyirwan diketahui berusia 35 tahun, tinggal di kawasan Lubuk Baja, dan berasal dari Tanjung Balai Karimun.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim rescue dari Pos SAR Batam segera dikerahkan ke lokasi. Sebanyak enam personel diberangkatkan pada pukul 12.10 WIB menggunakan kendaraan operasional. Tim dilengkapi dengan berbagai peralatan pencarian, termasuk perahu karet (rubber boat), alat deteksi bawah air Aquaeye, perangkat komunikasi, dan perlengkapan evakuasi medis darurat.
Koordinator tim SAR Batam, Dedius Pebrianto Sembiring, menjelaskan bahwa timnya langsung bergerak setelah menerima informasi. “Yang melompat satu orang. Kejadian sekitar pukul 10 pagi dan kami tiba di lokasi pukul 12 siang,” ujar Dedius. Operasi pencarian hari pertama melibatkan berbagai unsur gabungan, antara lain Direktorat Polairud Polda Kepulauan Riau, Satpolair Polresta Barelang, Polsek Galang, Pos TNI Angkatan Laut Galang, Organisasi Amatir Radio Indonesia, serta bantuan dari nelayan setempat.
Penyisiran dilakukan di area perairan sekitar Jembatan 5 Barelang dengan fokus pada radius 1 hingga 2 mil dari titik awal korban diduga jatuh. Kondisi arus dan cuaca di perairan menjadi perhatian utama selama proses pencarian. Hingga Selasa pagi, Dedius Pebrianto Sembiring menyatakan bahwa belum ada perkembangan signifikan. “Masih nihil, Bang. Area pencarian kita 1 sampai 2 mil,” katanya kepada Batam Pos. Operasi pencarian akan terus dilanjutkan hingga korban ditemukan.