Seorang pendaki muda bernama Syafiq Ridhan Ali Razan, 18 tahun, ditemukan tewas di Gunung Slamet setelah 17 hari dinyatakan hilang. Jenazah Syafiq, yang dilaporkan hilang pada 28 Desember 2025, telah berhasil dievakuasi dan dimakamkan. Berikut adalah rangkuman fakta terkait evakuasi Syafiq Ali dari Gunung Slamet.
Evakuasi Melalui Rute Purbalingga
Awalnya, jenazah Syafiq Ali direncanakan akan diturunkan melalui basecamp Dipajaya Pemalang. Namun, rute evakuasi kemudian dialihkan ke basecamp Gunung Malang, Purbalingga. Handika, dari Unit Siaga SAR (USS) Basarnas Pemalang, menjelaskan bahwa perubahan jalur ini diambil karena jarak yang lebih dekat dan posisi regu penolong yang tidak terlalu jauh dari jalur Gunung Malang.
“Ya, untuk terkini yang tadinya survivor diturunkan melalui jalur Dipajaya, tapi ada perubahan dari teman-teman yang di atas itu kita alihkan ke jalur Gunung Malang,” kata Handika.
Dibawa ke RS Purbalingga untuk Visum
Tim relawan gabungan yang mengevakuasi jenazah Syafiq Ali tiba di Gunung Malang pada pukul 14.25 WIB. Jenazah langsung dibawa ke RS Purbalingga untuk dilakukan pemeriksaan visum. Sejumlah warga turut menyambut kedatangan jenazah di Gunung Malang, Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Purbalingga.
Kapolsek Pulosari, Iptu Bambang, menyatakan bahwa jenazah korban akan diperiksa oleh tim dari Polres Purbalingga. “Nanti dari pos Gunung Malang diidentifikasi Polres Purbalingga. Kemudian akan dibawa ke Rumah Sakit Gutomo Purbalingga. Intinya yang menangani sesuai dengan TKP-nya nanti Purbalingga,” ujar Bambang.
Ayah Syafiq Ali Ikhlaskan Kepergian Putranya
Ayah Syafiq Ali, Dani Rusman, menyaksikan momen evakuasi jenazah putranya dengan tegar. Ia mengaku telah mengikhlaskan kepergian anaknya.
“Puji syukur ke hadirat Allah Subhanahu Wa Ta’ala, karena ini semuanya tentunya atas izin Allah dan juga kerja keras dari tim relawan, tim SAR gabungan, dan seluruh pihak, baik dari masyarakat, kedinasan, maupun swasta. Juga dukungan doa dari masyarakat Indonesia hingga mancanegara,” kata Dani saat diwawancarai.
Perkiraan Meninggal Selama 15 Hari
Setelah menjalani pemeriksaan di RSUD Goeteng Taroenadibrata Purbalingga, dr Gunawan, dokter yang menangani, mengungkap kondisi jenazah Syafiq Ali sudah dikerumuni belatung. “Kami tadi melakukan pemeriksaan autopsi luar. Dari hasil pemeriksaan luar itu yang pertama jenis kelamin laki-laki. Kemudian kami lakukan pemeriksaan dari kepala sampai anggota gerak paling bawah, yang pertama kita temukan adalah jenazah ini sudah dikerumuni belatung,” kata dr Gunawan kepada awak media.
Tim medis memperkirakan korban telah meninggal dunia sekitar dua pekan sebelum pemeriksaan dilakukan, berdasarkan kondisi jenazah dan perkembangan belatung. Tidak ditemukan tanda-tanda luka atau jejas pada bagian kepala, leher, dada, hingga perut.
Jenazah Syafiq Ali Dimakamkan di Magelang
Jenazah Syafiq Ali tiba di Magelang pada Kamis malam dan langsung dimakamkan setelah disalatkan di masjid dekat rumah duka. Ambulans yang membawa peti jenazah memasuki halaman Masjid Baiturrosyidin Perum Depkes Kota Magelang sekitar pukul 20.26 WIB. Peti jenazah kemudian diangkat personel Basarnas dan relawan untuk dibawa menuju masjid.
Jenazah sempat disalatkan oleh keluarga dan para pelayat. Pj Sekda Kota Magelang, Larsita, juga turut hadir di masjid tersebut.