Pendapatan Sepak Bola Eropa Capai Rekor Baru, Lampaui Rp500 Triliun

Author Image

Hodak

27 Februari 2026

Industri kembali mencetak rekor finansial yang mengesankan. Sebuah laporan terbaru dari dan Deloitte mengungkapkan bahwa pendapatan klub-klub sepak bola di benua biru diproyeksikan akan melampaui angka €30 miliar (sekitar Rp500 triliun) untuk pertama kalinya pada tahun 2025. Angka ini melanjutkan tren pertumbuhan finansial yang stabil selama satu dekade terakhir.

Laporan UEFA European Club Finance and Investment Landscape, yang dirilis pada 26 Februari 2026, menyebutkan bahwa pendapatan pada tahun 2025 akan melampaui rekor €28,6 miliar yang tercatat pada tahun 2024. Sejak tahun 2015, pendapatan sepak bola klub Eropa telah melonjak lebih dari €13 miliar, dengan rata-rata kenaikan lebih dari €1,3 miliar per tahun, bahkan di tengah tantangan pandemi global.

Pendorong Utama Pertumbuhan dan Tantangan Profitabilitas

Kenaikan pendapatan ini didorong oleh berbagai faktor, termasuk peningkatan hadiah dari kompetisi UEFA, hak siar televisi, kemitraan komersial, dan pemasukan dari penjualan tiket pertandingan. Pendapatan dari kompetisi klub putra UEFA sendiri tumbuh menjadi €4,4 miliar pada musim 2024/2025, naik €690 juta dari musim sebelumnya, dengan distribusi finansial kepada klub mencapai €3,4 miliar.

Namun, di balik angka-angka fantastis ini, tantangan profitabilitas tetap membayangi. Peningkatan biaya operasional, termasuk gaji non-pemain, biaya operasional lainnya, dan beban pembiayaan, berarti pendapatan rekor tidak serta-merta menghasilkan keuntungan. Total kerugian pra-pajak klub-klub Eropa mencapai €1,1 miliar pada tahun 2024, dengan proyeksi serupa untuk tahun 2025.

Meskipun demikian, laporan tersebut juga menunjukkan tanda-tanda positif. Tahun finansial 2024 menandai kembalinya profitabilitas operasional bagi klub-klub divisi teratas Eropa, yang merupakan hasil pertama dalam lima tahun terakhir. Hal ini didorong oleh pemulihan pendapatan dan rekor keuntungan terkait transfer pemain.

Dominasi Liga Primer dan Kesenjangan Finansial

Laporan 2026, yang diterbitkan pada 22 Januari 2026, mengonfirmasi bahwa 20 klub teratas di Eropa secara kolektif menghasilkan pendapatan rekor €12,4 miliar pada tahun 2025, meningkat 11% dari tahun sebelumnya. Real Madrid memimpin daftar ini sebagai klub dengan pendapatan tertinggi, mencapai €1,161 miliar pada tahun 2025, menjadikannya satu-satunya klub yang menembus angka €1 miliar. Diikuti oleh Barcelona (€974,8 juta), Bayern Munich (€860,6 juta), Paris Saint-Germain (€837 juta), dan Liverpool (€836 juta).

Liga Primer Inggris terus menunjukkan dominasinya, dengan sembilan dari 20 klub terkaya berasal dari liga tersebut. Pendapatan total Liga Primer mencapai €7,5 miliar pada musim 2024/2025, hampir dua kali lipat dari Bundesliga (€3,9 miliar) dan La Liga (€3,88 miliar).

UEFA juga menyoroti melebarnya kesenjangan finansial antar klub dan liga, terutama akibat perbedaan signifikan dalam pendapatan hak siar televisi. Antara tahun 2014 dan 2024, pendapatan hak siar Premier League tumbuh sebesar €1,5 miliar, hampir menyamai total peningkatan dari 53 liga divisi teratas Eropa lainnya.

Investasi Melonjak dan Peran Pendapatan Komersial

Minat investor terhadap sepak bola Eropa juga melonjak. Jumlah transaksi investasi di klub putra dan putri mencapai rekor tertinggi pada tahun 2025, dengan 123 kesepakatan tercatat. Klub-klub juga menginvestasikan jumlah rekor untuk stadion, pusat pelatihan, dan aset lainnya. Pendapatan transfer pemain juga menunjukkan pertumbuhan signifikan, naik 211% sejak tahun 2015.

Pendapatan komersial menjadi pendorong pertumbuhan kunci, menjadi aliran pendapatan pertama yang melampaui €5 miliar untuk klub-klub Money League pada tahun 2025. Hal ini semakin penting mengingat stagnasi pasar hak siar domestik di beberapa liga Eropa. Pengembangan infrastruktur stadion juga menjadi pendorong pertumbuhan sentral, dengan klub-klub semakin memanfaatkan venue mereka untuk acara non-pertandingan.

Langkah Strategis Cristiano Ronaldo

Dalam perkembangan terbaru, megabintang sepak bola resmi mengakuisisi 25% saham klub divisi kedua Liga Spanyol, UD Almeria, melalui perusahaannya, CR7 Sports Investments, pada 26 Februari 2026. Ronaldo menyatakan optimismenya terhadap potensi pertumbuhan klub tersebut. “UD Almeria adalah klub Spanyol dengan fondasi kuat dan potensi pertumbuhan yang jelas. Saya ingin bekerja sama dengan tim yang memimpin klub untuk mendukung fase pertumbuhan barunya,” ujar Ronaldo.

Di sisi lain, laporan UEFA juga mengungkapkan bahwa Chelsea mencatat kerugian pra-pajak tertinggi dalam sejarah sepak bola Inggris, mencapai €407 juta pada musim 2024-25. Angka ini hanya dilampaui oleh kerugian Barcelona sebesar €555 juta pada musim 2020-21.