Blora – Seorang pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial PJ yang menendang seekor kucing hingga mati di Blora sempat mendatangi rumah pemilik korban. Dalam pertemuan yang difasilitasi oleh aparat desa, PJ menawarkan untuk mengganti kucing yang mati dengan seekor kucing Persia. Namun, tawaran tersebut ditolak oleh keluarga pemilik kucing.
Upaya Mediasi dan Tawaran Pengganti
Peristiwa penawaran penggantian kucing ini terjadi pada Selasa malam, setelah salat Maghrib. Terduga pelaku, PJ, datang ke rumah keluarga korban didampingi oleh Lurah dan Bhabinkamtibmas setempat. Ia juga datang bersama istrinya dan membawa sebuah bingkisan parsel buah.
“Sempat waktu itu bilangnya mau disiapin kucing Persia. Tapi dari kami, dari keluarga jelas menolak ya, Mas. Karena itu kita bukan pengin diganti kucing baru. Ingin pertanggungjawabannya,” ujar Firda Latifah Anwar, adik dari pemilik kucing, kepada detikJateng, Jumat (6/2/2026).
Keluarga Korban Belum Siap Berdamai
Pemilik kucing, Farida, saat itu sedang tidak berada di rumah karena bekerja di luar kota. Pihak keluarga Firda menyatakan belum bisa menerima ajakan damai dari pelaku.
“Kalau sekarang belum bisa (damai). Jujur karena itu nyawa ya. Jadi kita masih belum ada pikiran untuk berdamai,” tegas Firda.
Kronologi Awal Kasus
Kasus ini bermula ketika seekor kucing bernama Mintel ditendang oleh PJ di lapangan Kridosono, Blora, pada Minggu (25/1). Kucing tersebut kemudian ditemukan mati oleh warga sekitar 500 meter dari rumah pemiliknya.
Viralnya kasus ini di media sosial memicu perhatian publik terhadap kekejaman terhadap hewan.