Pentagon Produksi Massal Drone LUCAS, Tiruan Kamikaze Iran untuk Tekan Biaya Perang

pentagon, drone lucas, shahed-136, program replicator, drone dominance

Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) atau tengah bersiap untuk memproduksi secara massal drone serang sekali pakai yang dinamakan LUCAS (Low-cost Uncrewed Combat Attack System). Drone ini merupakan versi AS yang dikembangkan melalui rekayasa balik dari drone kamikaze buatan Iran yang terkenal murah dan mematikan.

Keputusan ini diambil setelah terbukti efektif dalam operasi militer di Timur Tengah, termasuk dalam “perang melawan Iran” yang disebut Operasi Epic Fury. Emil Michael, Wakil Menteri Pertahanan untuk Penelitian dan Rekayasa, menyatakan bahwa ide utamanya adalah memproduksi drone ini secara massal di AS untuk memiliki kapasitas cadangan yang besar.

Strategi Baru Pentagon Hadapi Ancaman Drone Murah

Pengembangan dan produksi massal LUCAS menandai pergeseran strategis Pentagon dalam menghadapi ancaman drone murah dari lawan, seperti yang terlihat dalam konflik di Ukraina dan di Timur Tengah. Drone Shahed-136 Iran, yang juga digunakan oleh Rusia di Ukraina, telah menimbulkan “masalah pertukaran biaya” yang signifikan, di mana rudal pencegat AS yang mahal (seperti Patriot PAC-3 seharga $13,5 juta per unit) harus digunakan untuk menjatuhkan drone yang jauh lebih murah (sekitar $30.000-$50.000 per unit).

LUCAS, yang diproduksi oleh perusahaan AS SpektreWorks, diperkirakan memiliki biaya produksi sekitar $35.000 per unit, meskipun beberapa laporan menyebutkan kisaran $25.000-$50.000. Dengan jangkauan operasional lebih dari 400 mil laut (sekitar 800 km), drone ini diharapkan dapat menggantikan rudal jelajah AS yang harganya mencapai jutaan dolar.

“Mereka bekerja sangat baik sejauh ini,” ujar Michael, menambahkan bahwa drone tersebut “terbukti menjadi alat yang berguna dalam persenjataan.”

Inisiatif Replicator dan Drone Dominance

Program produksi massal ini merupakan bagian dari inisiatif yang lebih luas oleh Pentagon, termasuk “” yang diluncurkan pada Agustus 2023 oleh Wakil Menteri Pertahanan Kathleen Hicks. Program ini bertujuan untuk mengerahkan ribuan sistem otonom yang dapat dihabiskan (attritable) di berbagai domain dalam dua tahun, dengan target utama menandingi kekuatan militer Tiongkok.

Selain itu, upaya ini juga terintegrasi dalam “Program Dominasi Drone” (Drone Dominance Program/DDP) yang diinisiasi oleh Menteri Perang Pete Hegseth. DDP menargetkan pembelian ratusan ribu drone hingga tahun 2027-2028 dengan anggaran $1 miliar selama dua tahun. Fase pertama DDP, yang disebut “gauntlet,” akan berlangsung dari Februari hingga Juli 2026, dengan target produksi 30.000 drone seharga $5.000 per unit.

Pengalaman dari perang di Ukraina telah menjadi pelajaran penting bagi AS, menunjukkan efektivitas drone komersial berbiaya rendah dan urgensi untuk memproduksi sistem serupa dalam jumlah besar. Pentagon juga berupaya membangun rantai pasokan drone AS yang tidak bergantung pada Tiongkok, dengan “Daftar Blue UAS” sebagai panduan untuk drone yang memenuhi standar pemerintah AS.

Selain LUCAS, program Replicator juga mencakup drone lain seperti Switchblade 600, Ghost-X, C-100, dan Altius-600. AS juga mengerahkan drone pencegat seperti Merops (dikembangkan di bawah Project Eagle) dan Coyote untuk melawan serangan drone Shahed-136.