Manajer Manchester City, Pep Guardiola, kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap isu kemanusiaan global, khususnya konflik di Palestina. Dalam sebuah konferensi pers jelang pertandingan leg kedua semifinal Carabao Cup melawan Newcastle United, Guardiola menyampaikan pandangannya yang tegas mengenai perdamaian dunia.
Seruan Perdamaian dari Guardiola
Guardiola memulai pernyataannya dengan merujuk pada situasi yang terjadi di berbagai belahan dunia. “Tidak pernah, sama sekali tidak pernah dalam sejarah umat manusia kita melihat dengan jelas di depan mata,” ujarnya, mengutip dari Daily Mail. Ia secara spesifik menyoroti apa yang disebutnya sebagai genosida di Palestina, serta konflik yang terjadi di Ukraina, Rusia, dan Sudan.
“Apa yang terjadi di depan kita? Apakah Anda ingin melihatnya? Itu masalah kita sebagai manusia. Itu masalah kita,” tegasnya. Guardiola mengungkapkan bahwa isu-isu kemanusiaan ini sangat mempengaruhinya secara pribadi.
“Bagi saya, itu menyakitkan. Membunuh ribuan orang yang tidak bersalah, itu menyakitkan saya,” paparnya. Ia menambahkan bahwa kepedulian terhadap sesama manusia seharusnya menjadi prioritas utama, terlepas dari latar belakang atau lokasi konflik.
Aksi Kemanusiaan di Atas Segalanya
Manajer asal Spanyol ini juga menekankan pentingnya tindakan kemanusiaan tanpa pandang bulu. “Orang-orang yang harus meninggalkan negara mereka, di laut dan kemudian naik perahu untuk diselamatkan. Jangan tanya apakah dia benar atau salah, selamatkan dia,” serunya.
Guardiola menyayangkan bagaimana kemajuan teknologi manusia yang luar biasa, seperti kemampuan mencapai bulan, justru tidak diimbangi dengan kemampuan untuk menghentikan kekerasan antar sesama. “Kita bisa mencapai bulan, kita bisa melakukan segalanya. Tapi tetap saja sekarang, kita saling membunuh, untuk apa? Untuk apa? Ini tentang manusia. Melindungi kehidupan manusia adalah satu-satunya hal yang kita miliki,” tutupnya.
Ini bukan kali pertama Pep Guardiola menyuarakan dukungannya terhadap Palestina dan menyerukan perdamaian. Sikapnya yang konsisten dalam menyikapi isu kemanusiaan global ini kembali menjadi sorotan.
Sumber: 90Menit.ID






