Sepakbola

Pep Guardiola Merasa Manchester City Diperlakukan dengan Standar Ganda

Advertisement

Manchester – Manajer Manchester City, Pep Guardiola, mengungkapkan kekecewaannya terhadap standar ganda yang diterapkan publik dalam menilai performa timnya. Menurutnya, Manchester City seolah tidak diberi ruang untuk melakukan kesalahan dan selalu dituntut tampil sempurna.

Kritikan Tajam Usai Dua Kekalahan Beruntun

Pernyataan Guardiola ini muncul dalam konferensi pers jelang pertandingan melawan Wolverhampton Wanderers di Liga Inggris, Jumat (23/1/2026). Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Sabtu malam pukul 22.00 WIB.

Manchester City baru saja menelan dua kekalahan beruntun yang cukup merugikan. Di kompetisi domestik, mereka takluk 0-2 dari rivalnya. Sementara itu, di Liga Champions, City kalah 1-3 dari Bodo/Glimt, bahkan harus menyelesaikan laga dengan 10 pemain setelah Rodri menerima dua kartu kuning.

Dampak Kekalahan Terhadap Posisi Klasemen

Dua hasil minor tersebut berdampak signifikan pada posisi klasemen City. Di Liga Inggris, mereka kini tertinggal tujuh poin dari Arsenal yang memimpin dengan 43 poin. Sementara di Liga Champions, City terancam gagal melaju otomatis ke babak 16 besar. Mereka menduduki peringkat ke-11 dengan 13 poin.

Jika gagal meraih kemenangan melawan Galatasaray di laga terakhir fase grup pekan depan, City harus melalui babak playoff, yang berarti jadwal mereka akan semakin padat dengan tambahan dua pertandingan.

Advertisement

Guardiola: Standar yang Ditetapkan Sangat Tinggi

Di tengah situasi sulit ini, Guardiola merasa ada ketidakadilan dalam persepsi publik. Ia menilai timnya seolah berada dalam krisis, padahal tim-tim besar lain menghadapi kondisi yang lebih buruk.

“Kami tak boleh kalah, kan? Tak boleh, ya? Manchester City begitu sempurna sampai-sampai kami tak boleh kalah, saya tahu. Memang begitulah adanya. Ya, kalian benar; kami harus mengubah dinamika dan memenangkan laga,” ujar Guardiola, seperti dikutip dari Marca.

Ia menambahkan, “Saya tahu memiliki 13 poin di Liga Champions adalah bencana, saya tahu, tetapi ada delapan tim yang memiliki 13 poin, termasuk salah satu tim terbaik di dunia. Tapi bagi mereka itu tidak masalah, bagi kami itu bencana. Standar yang ditetapkan sangat tinggi, kawan-kawan.”

Pelatih asal Spanyol itu diduga menyindir tim lain, seperti Chelsea, yang juga mengoleksi 13 poin di Liga Champions namun berada di posisi lebih rendah di liga domestik. Guardiola menekankan perbedaan perlakuan terhadap timnya.

Sumber: 90Menit.ID

Advertisement