Manajer Manchester City, Pep Guardiola, kembali menyuarakan tekad timnya untuk tidak menyerah dalam perburuan gelar juara Liga Inggris musim 2025/2026. Pernyataan ini muncul setelah The Citizens hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan West Ham United pada Sabtu, 14 Maret 2026, yang membuat mereka kini tertinggal sembilan poin dari pemuncak klasemen, Arsenal.
Sebelum pertandingan krusial melawan West Ham, Guardiola sempat menyatakan bahwa peluang timnya akan “berakhir” jika gagal meraih kemenangan. Namun, setelah hasil imbang di London Stadium, pelatih asal Spanyol itu merevisi pandangannya dengan tegas. “Tidak. Ini belum berakhir. Karena kami tidak kalah. Tidak, ini belum berakhir. Kami akan terus berjuang,” ujar Guardiola kepada TNT Sports.
Persaingan Ketat di Puncak Klasemen
Hingga Minggu, 15 Maret 2026, Arsenal kokoh di puncak klasemen Liga Inggris dengan 70 poin dari 30 pertandingan, mencatatkan 20 kemenangan, 7 seri, dan 3 kekalahan. Sementara itu, Manchester City berada di posisi kedua dengan 61 poin dari 29 pertandingan, hasil dari 18 kemenangan, 7 seri, dan 5 kekalahan. Selisih sembilan poin ini menjadi tantangan besar bagi City, meskipun mereka memiliki satu pertandingan sisa lebih banyak dari The Gunners.
Performa kedua tim dalam beberapa pertandingan terakhir menunjukkan intensitas persaingan. Arsenal berhasil memenangkan tiga pertandingan terakhir mereka secara beruntun, termasuk kemenangan 2-0 atas Everton, dan tidak terkalahkan dalam tujuh pertandingan terakhir di liga. Di sisi lain, hasil imbang melawan West Ham menjadi hasil seri kedua berturut-turut bagi Manchester City di liga, meskipun mereka juga tidak terkalahkan dalam tujuh pertandingan terakhir Premier League.
Fokus dan Semangat Juang Manchester City
Guardiola menekankan bahwa timnya memiliki semangat juang yang luar biasa, terutama setelah upaya keras mereka di Liga Champions. “Kami memiliki tim yang luar biasa, semangat, kami berjuang setelah upaya luar biasa di Madrid dengan hasilnya,” katanya, merujuk pada kekalahan 0-3 dari Real Madrid di leg pertama babak 16 besar Liga Champions.
Pelatih berusia 55 tahun itu juga menegaskan kembali pandangannya bahwa Liga Inggris adalah “gelar yang paling sulit” untuk dimenangkan. Ia mengingatkan para pemainnya bahwa tidak ada lagi ruang untuk kesalahan. “Kami masih di sana, mengetahui bahwa jika kami kehilangan poin, itu akan berakhir. Tidak akan ada kesempatan kedua,” tegas Guardiola.
Mendekati akhir musim, setiap pertandingan menjadi sangat krusial. Guardiola menyoroti bahwa di 10 pertandingan terakhir, setiap tim berjuang untuk sesuatu, baik itu untuk menghindari degradasi, memperebutkan tiket ke kompetisi Eropa, maupun untuk menjadi juara. “Jadi, itu normal. Sekarang, tidak ada kesempatan kedua,” tambahnya.
Jadwal Krusial Menanti
Perjalanan Manchester City dan Arsenal menuju akhir musim akan diwarnai oleh beberapa pertandingan penentu. Kedua tim akan saling berhadapan di final Piala Liga Inggris (EFL Cup) pada 22 Maret 2026. Selain itu, duel langsung di Premier League yang berpotensi menjadi penentu gelar akan tersaji di Stadion Etihad pada pertengahan April, tepatnya 19 April 2026. Pertandingan-pertandingan ini akan menjadi ujian sesungguhnya bagi mentalitas dan konsistensi kedua tim dalam memperebutkan trofi Liga Inggris.