Kisah inspiratif datang dari panggung Hafiz Indonesia 2026. Muhammad Nur Ashura, seorang hafiz cilik berusia enam tahun asal Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, berhasil mencuri perhatian publik setelah menembus posisi tujuh besar dalam ajang pencarian bakat religi yang disiarkan RCTI tersebut. Perjalanan Ashura, sapaan akrabnya, bukan hanya tentang kemampuan menghafal Al-Qur’an, melainkan juga tentang keteguhan hati menghadapi ujian hidup sejak dini.
Perjalanan Spiritual Sejak dalam Kandungan
Ayah Ashura, Wahyu Rahmadi, mengungkapkan bahwa ikhtiar untuk menjadikan putranya seorang penghafal Al-Qur’an telah dimulai bahkan sejak Ashura masih dalam kandungan. Setiap hari, murottal Al-Qur’an diperdengarkan secara rutin kepada sang ibu. Kebiasaan ini terus berlanjut setelah Ashura lahir, menjadi bagian tak terpisahkan dari kesehariannya.
Namun, perjalanan Ashura diwarnai dengan cobaan berat. Saat masih bayi, ia didiagnosis menderita hidrosefalus, sebuah kondisi yang tentu saja menjadi ujian besar bagi keluarga. Di tengah perjuangan melawan penyakit tersebut, keluarga tak henti-hentinya memperdengarkan murottal Al-Qur’an selama 24 jam penuh hingga Ashura berusia dua tahun.
Keajaiban pun terjadi. Pada usia dua tahun empat bulan, Ashura menunjukkan kemampuan luar biasa dengan telah menghafal Juz 30 Al-Qur’an. Momen tersebut mengejutkan kedua orang tuanya, yang kemudian menyadari bahwa upaya mereka selama ini membuahkan hasil yang tak terduga. Kini, Ashura telah menguasai lima juz Al-Qur’an, meliputi Juz 1, 2, 28, 29, dan 30.
Dukungan Penuh dan Metode Pembelajaran
Wahyu Rahmadi menjelaskan bahwa metode pembelajaran Ashura juga diperkuat dengan mengikuti berbagai majelis ilmu daring, termasuk kajian dari Ustaz Adi Hidayat (UAH). Dari kajian tersebut, keluarga mendapatkan pemahaman bahwa penguasaan Juz 30 akan mempermudah proses penghafalan juz-juz berikutnya. Hal ini terbukti benar, di mana Ashura kemudian dengan relatif cepat mampu menghafal juz-juz lainnya, termasuk Surah Al-Baqarah.
Ajang Hafiz Indonesia 2026 sendiri telah dimulai sejak 19 Februari 2026, tayang setiap hari pukul 13.30 WIB di RCTI selama bulan Ramadan 1447 Hijriah. Keberhasilan Ashura menembus tujuh besar merupakan kebanggaan besar bagi keluarga dan masyarakat Kutai Kartanegara. Dukungan luas mengalir dari berbagai pihak, mulai dari keluarga besar di Muara Kaman, Tenggarong, hingga Banjarmasin, serta jajaran pemerintah daerah Kalimantan Timur dan Kutai Kartanegara, tokoh masyarakat, hingga masyarakat umum.
Ayah Ashura, Wahyu Rahmadi, menyampaikan rasa syukurnya atas dukungan yang tak henti-hentinya. “Masya Allah, Alhamdulillah sampai di sini perjalanan ananda kami. Terima kasih sebesar-besarnya atas dukungan dari berbagai kalangan. Semoga Allah meridhoi dan menjadikannya ladang pahala untuk kita semua,” ujarnya. Kisah Ashura menjadi bukti nyata bahwa dengan ketekunan, doa, dan dukungan keluarga, setiap tantangan dapat diubah menjadi inspirasi yang luar biasa.