Persebaya Surabaya akhirnya berhasil mengakhiri rentetan hasil minor mereka di ajang Super League 2025/2026. Tim berjuluk Bajul Ijo ini sukses meraih kemenangan tipis 1-0 atas PSM Makassar dalam laga sarat gengsi yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Rabu (25/2/2026) malam. Gol semata wayang yang dicetak Gali Freitas pada menit ke-27 menjadi penentu tiga poin krusial bagi Persebaya.
Sejak peluit awal dibunyikan, Persebaya langsung menunjukkan intensitas tinggi dan pressing ketat, membuat PSM Makassar kesulitan mengembangkan permainan. Gali Freitas, winger asal Timor Leste, menjadi pahlawan dengan memanfaatkan celah di sisi kanan pertahanan lawan sebelum melepaskan tembakan keras yang tak mampu dihalau kiper Reza Arya Pratama. Kemenangan ini tidak hanya menambah tiga poin, tetapi juga mengembalikan kepercayaan diri tim setelah melalui periode yang kurang memuaskan.
Sebelum laga ini, Persebaya memang tengah berada dalam tekanan setelah menelan dua kekalahan beruntun. Mereka takluk 1-2 dari Bhayangkara Presisi Lampung pada 14 Februari 2026, dan kemudian dibekuk Persijap Jepara 1-3 pada 21 Februari 2026. Hasil tersebut sempat memutus tren positif yang sempat diukir di bawah asuhan pelatih Bernardo Tavares.
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, memuji peningkatan performa timnya, terutama dalam menciptakan peluang. “Kami menciptakan banyak peluang dengan bola di tanah,” kata Tavares, dikutip dari Emosijiwaku.com. Data statistik menunjukkan akurasi operan antarpemain Persebaya meningkat dari 69 persen menjadi 77 persen, serta mencatatkan 20 kali tembakan ke gawang, yang merupakan jumlah tertinggi dalam sebelas pertandingan terakhir musim ini.
Di sisi lain, pelatih PSM Makassar, Tomas Trucha, menyayangkan kurang maksimalnya timnya dalam memanfaatkan peluang. Meskipun PSM mendominasi penguasaan bola hingga 59 persen dan akurasi operan 86 persen, mereka gagal mengonversi 12 tembakan dan 40 sentuhan di kotak penalti menjadi gol. “Kami selalu kalah tipis 1-0 atau 2-1. Ini sangat menyakitkan, tetapi kami harus terus melangkah karena selalu ada pertandingan berikutnya,” ujar Tomas. Pemain PSM, Luka Cumic, juga mengakui timnya tidak bermain maksimal di babak pertama.
Tambahan tiga poin dari kemenangan ini membawa Persebaya mengoleksi 38 poin dari 23 laga, mengembalikan mereka ke posisi kelima klasemen sementara Super League 2025/2026. Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Bajul Ijo untuk menghadapi tantangan selanjutnya, termasuk duel panas kontra rival kuat, Persib Bandung.