Lamongan, 1 Maret 2026 – Persela Lamongan siap melakoni laga krusial menghadapi pemuncak klasemen Grup B Pegadaian Championship 2025/2026, PSS Sleman, pada Minggu malam ini. Pertandingan yang akan digelar di Stadion Surajaya, Lamongan, pukul 20.30 WIB, diprediksi berlangsung sengit mengingat ambisi kedua tim di kompetisi kasta kedua sepak bola Indonesia ini.
Meskipun dihadapkan pada tantangan absennya dua pilar penting, Jhon Mena dan Titan Agung, yang harus menepi akibat sanksi kartu merah, skuad berjuluk Laskar Joko Tingkir tetap menunjukkan optimisme tinggi. Pelatih Persela, Bima Sakti, menegaskan bahwa timnya telah melakukan evaluasi menyeluruh pasca-kekalahan di laga sebelumnya dan kini fokus untuk mengembalikan performa terbaik.
Persela Bertekad Bangkit di Kandang Sendiri
Persela Lamongan saat ini menduduki peringkat keenam di klasemen sementara Grup B dengan koleksi 30 poin. Jarak 12 poin memisahkan mereka dengan PSS Sleman yang kokoh di puncak. Namun, Bima Sakti tak gentar dengan posisi lawan. “Kami semua sudah siap dan sudah evaluasi kekalahan kemarin. Sekarang fokus mengembalikan performa terbaik,” ujar Bima dalam sesi jumpa pers sebelum pertandingan.
Mantan pelatih Timnas Indonesia U-17 itu juga menyoroti pentingnya kontrol emosi bagi para pemainnya. “Saya sudah ingatkan ke pemain untuk menjaga kontrol karena dampaknya luar biasa untuk tim,” tambahnya, mengingat Persela sempat bermain dengan 10 pemain dalam beberapa pertandingan terakhir. Bima Sakti bahkan menjanjikan adanya perubahan di sektor penyerangan demi mendongkrak produktivitas tim.
Ambisi Persela untuk promosi ke Super League (Liga 1) musim depan menjadi motivasi berlipat bagi Daniel Goncalves dan kawan-kawan. Bermain di hadapan pendukung sendiri diharapkan menjadi suntikan semangat untuk meraih poin penuh.
PSS Sleman Waspadai Kebangkitan Tuan Rumah
Di sisi lain, PSS Sleman datang ke Lamongan dengan status pemuncak klasemen Grup B Pegadaian Championship 2025/2026 dengan 42 poin. Tim berjuluk Super Elja ini bertekad mempertahankan posisi dan memperlebar jarak dari para pesaingnya.
Pelatih PSS Sleman, Ansyari Lubis, mengakui bahwa pertandingan melawan Persela selalu menjadi tantangan. “Dua pertemuan musim ini kami belum menang atas Persela, itu jadi catatan bagi kami. Target setiap tim tentu ingin menang,” kata Ansyari. PSS juga harus kehilangan top skorer musim lalu, Gustavo Tocantins, yang absen karena akumulasi kartu. Meski demikian, Ansyari menegaskan timnya tidak bergantung pada satu pemain.
Ansyari Lubis juga mewaspadai solidnya permainan Persela di bawah arahan Bima Sakti. “Ini pertandingan final bagi kami. Kalau tidak disiapkan dengan semangat juang dan fokus, tentu akan sulit,” ujarnya, menekankan pentingnya mental dan kerja keras dalam laga ini.
Pertemuan kali ini menjadi ajang pembuktian bagi kedua tim. Persela berambisi bangkit dan memperbaiki posisi di klasemen, sementara PSS ingin menjaga dominasinya di puncak dan memutus rekor belum pernah menang atas Persela musim ini.