Persib Bandung Pesta Gol 5-0 atas Madura United, Carlos Parreira Ungkap Kekecewaan Mendalam

Author Image

Irfan

27 Februari 2026

madura united, persib bandung, carlos parreira, super league 2025/2026, sepak bola

harus menelan pil pahit setelah dihajar telak 5-0 oleh dalam lanjutan pekan ke-23 . Pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, pada Kamis, 26 Februari 2026, tersebut menjadi kekalahan terbesar bagi Laskar Sape Kerrab musim ini.

Pelatih Madura United, , tak dapat menyembunyikan kekecewaannya atas hasil minor tersebut. Ia mengakui bahwa timnya gagal menjalankan strategi yang telah disiapkan.

Dominasi Penuh Persib Sejak Awal

Sejak peluit awal dibunyikan, Persib Bandung langsung mengambil inisiatif serangan dan mendominasi jalannya pertandingan. Gol pembuka Maung Bandung lahir pada menit ke-13 melalui sundulan tajam Ramon Tanque yang memanfaatkan umpan silang Kakang Rudianto. Ramon Tanque kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-33, menyambar umpan dari Berguinho.

Pesta gol Persib berlanjut jelang turun minum. Uilliam Barros berhasil memanfaatkan bola liar hasil sepakan keras Berguinho pada menit ke-45+2, membuat skor menjadi 3-0 di babak pertama. Memasuki babak kedua, dominasi Persib tak mengendur. Andrew Jung memperbesar keunggulan menjadi 4-0 pada menit ke-80 setelah menerima umpan terobosan Eliano Reijnders. Frans Putros menutup kemenangan telak Persib dengan gol kelima pada menit ke-89, memanfaatkan kemelut di depan gawang Madura United.

Kekecewaan dan Tekanan di Kubu Madura United

Carlos Parreira, pelatih asal Brasil, mengungkapkan bahwa timnya tidak bermain sesuai harapan. “Kami, kami tidak bermain seperti saat kami berlatih. Kami benar-benar mengalami malam yang sangat buruk,” ujarnya, merujuk pada performa timnya dalam kekalahan telak sebelumnya. Ia menambahkan bahwa Madura United gagal menjalankan strategi karena lawan tampil sangat bagus.

Kekalahan ini memperpanjang rentetan hasil buruk Madura United yang sebelumnya telah puasa kemenangan dalam tujuh pertandingan terakhir, termasuk empat kekalahan. Kondisi ini menempatkan Laskar Sape Kerrab di posisi ke-14 klasemen sementara Super League 2025/2026 dengan 20 poin, hanya berjarak tipis dari zona degradasi.

Parreira juga tidak menampik adanya tekanan besar yang melanda timnya. “Kami tahu tekanan di tim kami sangat besar, semua menyadari hal ini tidak nyaman. Kami harus mulai mendapatkan poin dan kami akan mencoba melakukannya,” tegasnya sebelum pertandingan. Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa timnya tetap memiliki motivasi berlipat untuk menghadapi Persib, meskipun mereka adalah pemuncak klasemen.

Absennya Bojan Hodak Bukan Keuntungan

Dalam pertandingan ini, Persib Bandung tidak didampingi oleh pelatih kepala Bojan Hodak di pinggir lapangan karena akumulasi kartu kuning. Posisinya digantikan oleh Igor Tolic. Namun, Carlos Parreira tidak menganggap absennya Hodak sebagai keuntungan bagi timnya.

“Saya tidak berpikir itu menjadi keuntungan untuk kami. Para pemain Persib sudah tahu bagaimana mereka harus bermain. Mereka paham tugasnya di dalam dan luar lapangan,” jelas Parreira. Ia meyakini bahwa struktur permainan Persib tidak akan banyak berubah meskipun tanpa kehadiran Hodak.

Setelah kekalahan telak ini, Madura United akan berusaha bangkit saat menjamu Malut United pada Selasa, 3 Maret 2026. Sementara itu, Persib Bandung yang semakin kokoh di puncak klasemen dengan 53 poin, akan bertandang melawan Dewa United pada Senin, 2 Maret 2026.