Persib Bandung Tersingkir dari ACL 2 Meski Taklukkan Ratchaburi FC di Leg Kedua

Author Image

Irfan

20 Februari 2026

persib bandung, ratchaburi fc, afc champions league two, andrew jung, bojan hodak

Perjalanan di kancah Asia harus berakhir di babak 16 besar (ACL 2) musim 2025/2026. Meskipun berhasil meraih kemenangan tipis 1-0 atas pada leg kedua yang digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Rabu (18/2/2026) malam WIB, hasil tersebut belum cukup untuk mengantarkan Maung Bandung melaju ke perempat final.

Kekalahan telak 0-3 pada leg pertama di markas Ratchaburi FC, Dragon Solar Park, Thailand, pada 11 Februari lalu, menjadi beban berat yang tak mampu diatasi Persib. Dengan demikian, Persib harus mengakui keunggulan tim asal Thailand tersebut dengan agregat 1-3.

Sejak awal pertandingan leg kedua, Persib Bandung langsung tampil menekan di hadapan ribuan Bobotoh yang memadati GBLA. Sebuah gol sempat tercipta pada menit ke-6 melalui sundulan Berguinho, namun dianulir wasit karena posisi offside. Upaya terus dilancarkan, dan gol yang ditunggu-tunggu akhirnya datang pada menit ke-40. Penyerang asal Prancis, , berhasil mencatatkan namanya di papan skor. Gol tersebut sempat dianulir karena dugaan pelanggaran, namun setelah tinjauan VAR oleh wasit Majed Mohammed Al Shamrani dari Arab Saudi, gol tersebut disahkan.

Namun, petaka datang menjelang akhir babak pertama. Uilliam Barros diganjar kartu merah pada menit 45+7 akibat pelanggaran keras terhadap Jonathan Khemdee, membuat Persib harus bermain dengan sepuluh pemain di sepanjang babak kedua. Situasi ini semakin mempersulit misi comeback Maung Bandung yang membutuhkan minimal empat gol tanpa balas untuk lolos langsung, atau kemenangan 3-0 untuk memaksakan perpanjangan waktu, mengingat regulasi ACL 2 tidak menerapkan aturan gol tandang.

Sebelum pertandingan, pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, telah menyadari beratnya misi ini. Ia menyatakan, “Skor 3-0 adalah hasil yang sulit untuk dibatalkan. Tapi kamu tidak pernah tahu dalam sepak bola, semuanya mungkin. Jadi kita akan keluar, mencoba yang terbaik, dan saya harap mendapatkan hasil positif lawan Ratchaburi.” Hodak juga mengakui kesalahan timnya di leg pertama. “Pertandingan pertama, kami membuat terlalu banyak kesalahan. Itu adalah salah satu permainan ketika semuanya menjadi salah. Saya yakin besok akan lebih baik,” tambahnya.

Optimisme serupa juga diungkapkan bek Federico Barba. “Di kandang, kami sangat kuat. Kami ingin memenangkan pertandingan ini dan tentu saja kami akan berjuang habis-habisan untuk melanjutkan langkah ke babak berikutnya,” ujar Barba. Meski bermain dengan 10 orang di babak kedua, Persib tetap berupaya menambah gol dengan melakukan sejumlah pergantian pemain, termasuk memasukkan Beckham Putra dan Layvin Kurzawa. Namun, peluang yang tercipta belum mampu mengubah kedudukan.

Meski gagal melangkah lebih jauh, perjalanan Persib di ACL 2 musim ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan musim sebelumnya, di mana mereka terhenti di fase grup. Maung Bandung berhasil menembus babak 16 besar setelah memulai dari babak play-off, dan mencatatkan rekor tak terkalahkan di kandang selama kompetisi Asia ini. Dari partisipasi di fase grup, Persib juga telah mengantongi hadiah uang sebesar 300.000 dolar AS atau sekitar Rp5 miliar.

Dengan berakhirnya kiprah di ACL 2, Persib Bandung kini dapat sepenuhnya fokus pada kompetisi domestik. Saat ini, Persib masih kokoh di puncak klasemen sementara BRI Super League 2025/2026 dengan raihan 47 poin dari 20 pertandingan. Konsistensi akan menjadi kunci bagi skuad asuhan Bojan Hodak untuk mempertahankan posisi tersebut hingga akhir musim.