Jepara, 1 Maret 2026 – Persijap Jepara berhasil menorehkan hasil krusial yang membawa mereka keluar dari zona degradasi BRI Super League 2025/2026. Laskar Kalinyamat sukses mencuri satu poin berharga saat bertandang ke markas Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, pada Sabtu (28/2/2026) malam WIB, dengan skor akhir 0-0.
Tambahan satu poin dari laga tandang ini mengangkat posisi Persijap ke peringkat ke-15 klasemen sementara, mengumpulkan 19 poin dari 23 pertandingan. Hasil ini sekaligus menggeser PSBS Biak yang kini terperosok ke zona degradasi di posisi ke-16 dengan 18 poin.
Perjuangan di Kandang Lawan Tanpa Penonton
Pertandingan antara Bali United dan Persijap Jepara berlangsung dalam suasana yang tidak biasa, tanpa kehadiran penonton di stadion. Hal ini menyusul sanksi yang dijatuhkan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI kepada Bali United akibat insiden penyalaan flare dan kericuhan pasca-pertandingan pekan ke-21 melawan Persija Jakarta.
Sejak awal laga, Bali United yang bertindak sebagai tuan rumah tampil agresif. Namun, lini belakang Persijap Jepara menunjukkan kedisiplinan tinggi, berhasil menahan gempuran serangan lawan. Sebuah insiden penting terjadi pada menit ke-55 ketika wasit asal Jepang, Yudai Yamamoto, sempat menunjuk titik putih untuk Bali United setelah Kadek Agung terjatuh di kotak penalti. Namun, setelah berkonsultasi dengan Video Assistant Referee (VAR), keputusan penalti tersebut dianulir karena tayangan ulang menunjukkan pemain Persijap, Borja Martinez, lebih dulu menyentuh bola.
Dampak Transfer dan Komentar Pelatih
Pelatih Persijap Jepara, Mario Lemos, mengakui pentingnya hasil imbang ini. “Ini tentu poin penting bagi kami,” ujar Lemos usai pertandingan. Ia menambahkan, “Saya pikir mendapatkan satu poin di Bali bukan hal yang buruk.” Performa Persijap belakangan ini memang menunjukkan peningkatan signifikan. Mereka tercatat sebagai tim paling ‘panas’ di antara lima tim terbawah, berhasil mengumpulkan tujuh poin dalam lima laga terakhir.
Peningkatan performa ini tak lepas dari gebrakan transfer yang dilakukan Laskar Kalinyamat pada bursa transfer Januari. Persijap mendatangkan sejumlah pemain Spanyol seperti Borja Herrera, Tiri, Borja Martinez, dan Iker Guarrotxena, yang langsung memberikan dampak positif bagi tim. Persijap sendiri merupakan tim promosi di musim 2025/2026 ini, setelah berhasil memenangkan pertandingan playoff Liga 2 pada Februari 2025, mengakhiri absennya selama 11 tahun dari kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Laga Krusial Selanjutnya
Meskipun telah keluar dari zona degradasi, posisi Persijap Jepara belum sepenuhnya aman. Persaingan di papan bawah klasemen masih sangat ketat. Laskar Kalinyamat akan menghadapi laga kandang krusial berikutnya dengan menjamu Persis Solo pada 5 Maret 2026 di Stadion Gelora Bumi Kartini. Pertandingan ini menjadi peluang emas bagi Persijap untuk semakin menjauh dari ancaman degradasi dan mengamankan posisi mereka di BRI Super League.