Duel sengit di papan tengah dan bawah BRI Super League 2025/2026 akan tersaji malam ini, Minggu (1/3/2026), ketika Persis Solo menjamu Persik Kediri di Stadion Manahan, Solo. Laga pekan ke-23 ini menjadi krusial, terutama bagi tuan rumah Persis Solo yang tengah berjuang keras untuk keluar dari zona degradasi.
Persik Kediri datang dengan kepercayaan diri tinggi, mengusung ambisi untuk semakin membenamkan Laskar Sambernyawa di dasar klasemen. Tim berjuluk Macan Putih ini kini berada di peringkat ke-12 dengan 26 poin dari 22 pertandingan, bertekad memperkuat posisi mereka di papan tengah.
Proyek ‘Spanyolisasi’ Persik dan Peran Marcos Reina
Di bawah arahan pelatih asal Spanyol, Marcos Reina Torres, yang baru ditunjuk pada 4 Desember 2025, Persik Kediri menunjukkan geliat baru. Reina, yang sebelumnya berkarier di Liga Meksiko, Amerika Serikat, dan Andorra, optimistis membawa Persik meraih prestasi. Ia menilai Super League sebagai kompetisi yang sulit dan ketat, di mana semua tim bisa saling mengalahkan.
Kedatangan Reina juga diikuti dengan proyek ‘Spanyolisasi’ di skuad Macan Putih. Persik Kediri mendatangkan lima pemain asal Spanyol pada bursa transfer paruh musim BRI Super League 2025/2026. Salah satu pilar penting dalam proyek ini adalah gelandang Imanol Garcia, mantan pemain klub Osasuna di La Liga Spanyol, yang menjadi pemain asing ketujuh Persik. Imanol Garcia dinilai memiliki peran krusial sebagai penyeimbang permainan tim.
Persik Berbekal Kemenangan, Persis Terpuruk di Dasar
Kemenangan terakhir Persik atas Persis terjadi pada 27 Desember 2025, di mana Macan Putih unggul 2-1 dalam laga tunda pekan kedelapan Super League 2025-2026. Gol Persik saat itu dicetak oleh Ezra Walian melalui penalti dan Jose Enrique. Hasil tersebut tentu masih membekas jelang pertemuan kembali kedua tim hari ini.
Di sisi lain, Persis Solo berada dalam situasi yang sangat sulit. Mereka menempati posisi juru kunci (peringkat 18) dengan hanya mengoleksi 13 poin dari 22 pertandingan. Laskar Sambernyawa belum meraih kemenangan dalam lima laga terakhir, bahkan mencatatkan tiga hasil imbang beruntun. Pertahanan yang rapuh dengan selisih gol -20 menjadi pekerjaan rumah besar bagi tim kebanggaan warga Solo ini.
Meskipun demikian, bermain di hadapan pendukung sendiri di Stadion Manahan bisa menjadi momentum penting bagi Persis untuk bangkit dan menjaga peluang bertahan di kompetisi kasta tertinggi Indonesia. Rekor pertemuan kedua tim juga menunjukkan persaingan yang cukup seimbang, dengan masing-masing tim meraih tiga kemenangan dari tujuh pertemuan, dan satu laga berakhir imbang. Laga ini diprediksi akan berlangsung sengit, mengingat kedua tim sama-sama memiliki kepentingan besar untuk mengamankan hasil maksimal.