Minat Essar Group, konglomerat asal India, untuk menanamkan modal di sektor penyimpanan minyak di Indonesia terus berlanjut. Pembicaraan antara perusahaan tersebut dengan PT Pertamina (Persero) telah berlangsung sejak awal tahun 2025 dan masih dalam tahap penjajakan serius hingga awal 2026 ini.
Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, sebelumnya telah mengonfirmasi ketertarikan Essar Group untuk membangun fasilitas tangki penyimpanan minyak di Tanah Air. Investasi ini dipandang strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional dan logistik pasokan minyak di Indonesia.
Pemerintah Dorong Investasi di Sektor Hilir Migas
Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), secara aktif mendorong masuknya investasi asing di sektor hilir minyak dan gas bumi. Essar Group menjadi salah satu calon investor yang disambut baik dalam upaya peningkatan kapasitas penyimpanan energi nasional.
Pembahasan antara Pertamina dan Essar Group dilaporkan masih berfokus pada penentuan lokasi-lokasi strategis yang potensial serta kapasitas penyimpanan yang akan dibangun. Sumber internal menyebutkan bahwa Essar Group memiliki target ambisius untuk proyek ini, yakni mencapai kapasitas penyimpanan minyak hingga 10 juta barel.
Perkuat Rantai Pasok dan Ketahanan Energi
Essar Group melihat potensi besar di Indonesia, khususnya dalam memperkuat rantai pasok energi. Dengan adanya fasilitas penyimpanan minyak yang memadai, Indonesia diharapkan dapat lebih resilient terhadap fluktuasi pasokan dan harga minyak global, sekaligus meningkatkan efisiensi distribusi energi di dalam negeri.
Hingga Kamis, 12 Maret 2026, belum ada pengumuman resmi mengenai penandatanganan kesepakatan final. Namun, sinyal positif dari kedua belah pihak dan dukungan pemerintah menunjukkan bahwa proyek investasi jumbo ini memiliki peluang besar untuk terealisasi dalam waktu dekat.