Operasi pencarian korban kecelakaan Pesawat ATR 42-500 di wilayah Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, telah memasuki hari kelima pada Rabu (21/1/2026). Tim Search and Rescue (SAR) menambah kekuatan dengan mengerahkan unsur yang memiliki kemampuan mountaineering (mendaki) dan vertical rescue (penyelamatan di ketinggian) untuk memaksimalkan pencarian.
Penyisiran Lebih Dalam dan Teliti
Komandan Korem (Danrem) 141, Brigjen TNI Andre Clift Rumbayan, menyatakan bahwa rencana evakuasi hari ini sesuai dengan hasil briefing semalam. Beberapa tim telah dibentuk dan dikirimkan ke titik-titik yang telah ditentukan.
“Rencana evakuasi hari ini seperti sesuai hasil briefing tadi malam, kami sudah bagi beberapa tim, kembali ke titik, pasukan sudah berangkat,” kata Brigjen TNI Andre Clift Rumbayan di Posko Operasi SAR gabungan, Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Pangkep, Rabu (21/1/2026).
Ia mengungkapkan bahwa personel untuk operasi terus ditambah, khususnya mereka yang memiliki keahlian khusus dalam mendaki dan penyelamatan di medan terjal. Pihaknya juga akan melakukan penyisiran yang lebih teliti dan mendalam di lokasi yang telah ditetapkan.
“Kemarin terkendala dengan kondisi cuaca, hari ini kita berusaha untuk lebih ke dalam lagi dan sudah ada penambahan personel yang sudah ahli, ahli mountaineering,” jelasnya.
Logistik Personel Terpenuhi
Setelah empat hari operasi SAR berlangsung, Brigjen Andre memastikan seluruh personel dalam kondisi baik. Logistik untuk personel yang menginap di lokasi juga telah ditambah, termasuk ransum dari Tentara Nasional Indonesia (TNI).
“Kondisi personel alhamdulillah, puji Tuhan dalam keadaan sehat termasuk yang sedang, sudah bermalam dari kemarin dan hari ini kita sudah dorong logistik bagi mereka di atas dan kita lengkapi tadi dari logistik angkatan darat,” ungkapnya.
Pesawat ATR 42-500 tersebut dilaporkan jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Pangkep, Sulawesi Selatan.