Pesawat Kargo Militer Bolivia Jatuh Bawa Uang Tunai, 22 Tewas dan Jutaan Dolar Terhambur

kecelakaan pesawat, bolivia, el alto, uang kertas, banco central de bolivia

Sebuah insiden tragis mengguncang pada Jumat malam, 28 Februari 2026, ketika sebuah pesawat kargo militer yang membawa jutaan dolar baru untuk bank sentral negara itu jatuh di dekat Bandara Internasional . Kecelakaan ini menewaskan sedikitnya 22 orang dan melukai puluhan lainnya, sementara uang tunai yang berserakan di lokasi kejadian memicu kekacauan dan upaya penjarahan.

Pesawat jenis Hercules C-130 milik Angkatan Udara Bolivia tersebut dilaporkan tergelincir dari landasan pacu saat mencoba mendarat di tengah cuaca buruk, yang ditandai dengan hujan es lebat dan petir. Pesawat kemudian menabrak sekitar belasan kendaraan di jalan raya yang sibuk sebelum berhenti di sebuah lapangan.

Kecelakaan fatal ini menyebabkan 22 orang meninggal dunia dan 29 hingga 37 orang lainnya terluka. Sebagian besar korban adalah warga sipil yang berada di dalam kendaraan yang tertabrak pesawat. Puing-puing pesawat, mobil yang hancur, dan jenazah korban berserakan di jalan, menciptakan pemandangan mengerikan.

Di tengah upaya penyelamatan, lokasi kejadian berubah menjadi medan kekacauan ketika tumpukan uang kertas baru senilai sekitar 62 juta dolar AS atau setara 18 ton, yang seharusnya disimpan di Bank Sentral Bolivia, berserakan di tanah. Ribuan orang berbondong-bondong berusaha mengumpulkan uang tersebut, menghambat upaya tim penyelamat. Wakil Menteri Ketertiban Dalam Negeri Bolivia, Hernan Paredes, memperkirakan sekitar 20.000 orang mencoba mengumpulkan uang kertas pada puncak konflik.

Pihak berwenang segera merespons dengan mengerahkan lebih dari 500 tentara dan 100 petugas polisi anti huru-hara untuk membubarkan kerumunan, bahkan menggunakan selang air dan gas air mata. Untuk mencegah peredaran uang ilegal, petugas juga terpaksa membakar sebagian kotak berisi uang tunai di lokasi kecelakaan. Sebanyak 49 orang ditahan atas dugaan penjarahan dan vandalisme.

Menteri Pertahanan Marcelo Salinas mengonfirmasi bahwa pesawat tersebut mengangkut mata uang Bolivia yang baru dicetak. Sementara itu, Kementerian Pertahanan Bolivia mengeluarkan pernyataan tegas. “Uang yang diangkut dalam pesawat yang jatuh tidak memiliki nomor seri resmi… oleh karena itu tidak memiliki kekuatan hukum atau daya beli,” demikian pernyataan kementerian. Mereka juga memperingatkan bahwa “pengumpulan, kepemilikan, atau penggunaan” uang tersebut “merupakan kejahatan.”

Senada dengan itu, Presiden Bank Sentral Bolivia, David Espinoza Torrico, dalam konferensi pers di La Paz, menegaskan bahwa uang tunai yang ditemukan di lokasi kecelakaan tidak memiliki nilai hukum. “Uang kertas yang ditemukan dalam kecelakaan itu tidak memiliki nilai hukum. Oleh karena itu, memilikinya merupakan kejahatan,” ujarnya. Espinoza Torrico menambahkan bahwa uang tersebut “tidak memiliki nilai hukum karena tidak pernah masuk ke dalam sirkulasi.” Ia mendesak siapa pun yang mengumpulkan uang kertas tersebut untuk segera mengembalikannya ke Bank Sentral Bolivia atau lembaga keuangan resmi mana pun.

Penyelidikan atas penyebab pasti kecelakaan ini masih terus berlangsung. Pesawat tersebut diketahui mengangkut uang kertas baru dari Santa Cruz menuju La Paz untuk kebutuhan Bank Sentral Bolivia.