Tim Nasional Indonesia akan kembali menguji kekuatan di kancah Asia Tenggara dalam ajang Piala AFF 2026, yang kini resmi bernama ASEAN Hyundai Cup 2026. Berdasarkan hasil undian grup yang telah dilaksanakan pada Kamis, 15 Januari 2026, di Studio RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta, Skuad Garuda tergabung di Grup A.
Dalam grup tersebut, Indonesia akan bersaing ketat dengan rival bebuyutan Vietnam, serta menghadapi Singapura, Kamboja, dan pemenang babak play-off antara Brunei Darussalam atau Timor Leste. Sementara itu, Grup B diisi oleh Thailand, Malaysia, Filipina, Myanmar, dan Laos.
Jadwal dan Format Turnamen yang Berubah
Piala AFF 2026 akan berlangsung pada 24 Juli hingga 26 Agustus 2026, menandai perubahan signifikan dari jadwal tradisional akhir tahun ke periode musim panas. Pergeseran ini diharapkan dapat menghindari bentrokan dengan jadwal liga domestik di Asia Tenggara dan musim hujan.
Turnamen edisi ke-16 ini akan mempertahankan format yang digunakan sejak 2018, di mana sepuluh tim dibagi ke dalam dua grup yang masing-masing berisi lima tim. Setiap tim akan memainkan empat pertandingan di fase grup dengan sistem round-robin, terdiri dari dua laga kandang dan dua laga tandang. Dua tim teratas dari setiap grup akan melaju ke babak gugur, yang meliputi semifinal dan final yang juga dimainkan dalam dua leg kandang-tandang. Aturan gol tandang tidak akan diterapkan lagi sejak edisi sebelumnya.
Babak semifinal dijadwalkan pada 15-19 Agustus 2026, sementara partai final akan digelar pada 22 dan 26 Agustus 2026. Untuk menentukan tim ke-10 yang akan bergabung di fase grup, dua tim dengan peringkat terendah akan menjalani babak play-off dua leg pada 2 dan 9 Juni 2026.
Optimisme di Bawah Asuhan John Herdman
Timnas Indonesia akan mengarungi Piala AFF kali ini di bawah arahan pelatih baru, John Herdman, yang turut hadir langsung dalam acara drawing grup. Kehadiran Ketua Umum PSSI sekaligus Menpora, Erick Thohir, juga menandai keseriusan federasi dalam menghadapi turnamen ini.
PSSI menargetkan gelar juara pada Piala AFF 2026, mengingat Indonesia belum pernah sekalipun mengangkat trofi di ajang ini, meskipun telah enam kali mencapai final. John Herdman menyatakan kesiapannya menghadapi tantangan ini. “Ini menarik, kami tidak sabar, ini tidak akan mudah, kami siap menghadapi tantangan dan kami punya pekerjaan rumah,” ujar Herdman mengomentari hasil drawing.
Salah satu keuntungan besar bagi Skuad Garuda adalah potensi tampil dengan kekuatan penuh. Jadwal turnamen yang bertepatan dengan masa libur kompetisi liga-liga Eropa membuka peluang bagi para pemain diaspora untuk bergabung memperkuat Timnas Indonesia. Herdman juga mengisyaratkan akan mengoptimalkan pemain-pemain muda untuk ajang ini.
Laga Pembuka dan Pertemuan Krusial
Timnas Indonesia akan memulai perjalanan di Grup A dengan menghadapi Kamboja pada bulan Juli. Pertandingan kedua akan melawan pemenang play-off antara Timor Leste atau Brunei. Laga yang paling dinanti adalah pertemuan krusial melawan Vietnam pada bulan Agustus, sebelum menutup fase grup dengan melawan Singapura.