Pinjam Yuk Perkuat Literasi Keuangan di HUT ke-8, Gandeng Tokoh Masyarakat Edukasi Fintech Legal

Author Image

Hodak

26 Februari 2026

pinjam yuk, literasi keuangan, fintech, ojk, srengseng sawah

Dalam rangka memperingati hari ulang tahunnya yang ke-8, platform teknologi finansial () menegaskan kembali komitmennya dalam meningkatkan masyarakat. Inisiatif ini diwujudkan melalui program edukasi bertajuk “Bertumbuh Bersama: Dari Literasi ke Aksi Finansial” yang bertujuan mendorong warga memahami layanan fintech legal dan mengelola keuangan secara bijak.

Kegiatan literasi keuangan ini mendapat dukungan langsung dari tokoh masyarakat setempat, termasuk Lurah , Sunardi S.Sos M.M., serta perwakilan Ketua RT di wilayah tersebut. Kehadiran aparat kelurahan dan pengurus lingkungan dinilai krusial untuk membangun kepercayaan warga terhadap pesan edukasi yang disampaikan.

Edukasi Penting di Tengah Tantangan Fintech Ilegal

Lurah Srengseng Sawah, Sunardi, menyambut baik inisiatif ini. Ia menyatakan, “Kami menilai kegiatan ini sangat positif dan bermanfaat bagi warga.” Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya edukasi di tengah pesatnya pertumbuhan layanan keuangan digital, di mana masih terdapat kesenjangan pemahaman di tingkat komunitas. Minimnya edukasi kerap membuat sebagian masyarakat rentan terhadap keputusan finansial yang kurang tepat, bahkan terpapar layanan pinjaman online ilegal yang merugikan.

Sebagai perusahaan fintech yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta menjadi anggota Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), Pinjam Yuk secara konsisten melaporkan agenda edukasi keuangan berkelanjutan ini kepada OJK. Hal ini merupakan bentuk kepatuhan terhadap regulasi dan prinsip perlindungan konsumen.

Peran Pinjam Yuk dalam Mendorong Inklusi Keuangan Nasional

Program “Bertumbuh Bersama: Dari Literasi ke Aksi Finansial” dirancang dengan pendekatan edukatif yang praktis, relevan, dan mudah dipahami, sehingga masyarakat tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Pinjam Yuk memiliki rekam jejak panjang dalam upaya literasi, termasuk kampanye melawan pinjaman online ilegal dan partisipasi dalam acara seperti FinExpo 2025.

Sejak berdiri, Pinjam Yuk telah melayani lebih dari 50 kota di Indonesia, dengan jumlah peminjam mencapai 2 juta orang dan total penyaluran dana sebesar Rp16 triliun. Perusahaan ini juga telah bersertifikasi ISO 27001, menjamin kerahasiaan data pribadi pengguna.

Target Literasi Keuangan Nasional 2026

Upaya Pinjam Yuk sejalan dengan agenda nasional yang dicanangkan OJK. Otoritas Jasa Keuangan (OJK), bersama Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan Badan Pusat Statistik (BPS), tengah melaksanakan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026. Survei ini berlangsung dari 26 Januari hingga 18 Februari 2026, melibatkan 75.000 responden di seluruh Indonesia.

OJK menargetkan peningkatan indeks literasi keuangan nasional menjadi 67,46% pada tahun 2026, naik dari 66,46% pada tahun sebelumnya. Sementara itu, target inklusi keuangan diharapkan mencapai 83% di tahun 2026, meningkat dari 80% di tahun 2025. Hasil SNLIK 2026 ini sangat penting sebagai dasar perumusan kebijakan dan program penguatan sektor keuangan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat, dengan menyediakan data hingga tingkat provinsi.

Melalui kolaborasi dengan tokoh masyarakat dan program edukasi yang berkelanjutan, Pinjam Yuk berharap dapat berkontribusi signifikan dalam mencapai target literasi dan inklusi keuangan nasional, sekaligus membekali masyarakat dengan pemahaman yang kuat untuk memanfaatkan layanan keuangan digital secara aman dan bertanggung jawab.