Platform media sosial X, yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter, dilaporkan mengalami gangguan layanan secara global pada Rabu, 18 Maret 2026. Insiden ini menyebabkan puluhan ribu pengguna di berbagai belahan dunia kesulitan mengakses linimasa, memposting pembaruan, maupun melihat balasan.
Menurut data dari DownDetector, sebuah situs web yang memantau status layanan daring, terjadi lonjakan tajam laporan masalah dari pengguna X. Di Amerika Serikat, laporan gangguan mencapai puncaknya dengan lebih dari 34.500 keluhan. Sementara itu, di India, lebih dari 4.700 pengguna melaporkan masalah antara pukul 20.00 hingga 20.30 waktu setempat, dan di Inggris, tercatat 4.359 laporan.
Pengguna X di berbagai wilayah mengeluhkan ketidakmampuan untuk memuat linimasa mereka, melihat postingan terbaru, atau bahkan mengirimkan cuitan baru. Banyak yang disambut dengan pesan kesalahan umum seperti “Something went wrong, try reloading” atau “Cannot retrieve posts at this time. Please try again later” saat mencoba menggunakan aplikasi seluler maupun situs web.
Gangguan ini sontak memicu frustrasi di kalangan pengguna, termasuk para profesional, influencer, dan media yang sangat bergantung pada platform tersebut untuk komunikasi dan penyebaran informasi secara real-time. Sebagai respons, banyak pengguna beralih ke platform media sosial lain seperti Instagram, Facebook, dan Reddit untuk mengonfirmasi apakah masalah yang mereka alami bersifat luas, serta untuk berbagi pengalaman dan bahkan melontarkan lelucon terkait insiden tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti dari gangguan global X pada hari ini belum dapat dipastikan. Pihak X sendiri belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden ini. Namun, NetBlocks, sebuah organisasi yang melacak kesehatan internet dan tata kelola global, menyatakan bahwa masalah tersebut bukan disebabkan oleh gangguan internet atau pemfilteran tingkat negara.
Meskipun demikian, laporan terbaru menunjukkan bahwa layanan X telah berangsur pulih setelah mengalami gangguan singkat. Jumlah laporan masalah di DownDetector juga telah menurun secara signifikan, mengindikasikan stabilisasi platform.