Napoli tengah menghadapi periode sulit di Serie A musim 2025/2026. Berada di posisi ketiga klasemen, Partenopei tertinggal 14 poin dari pemuncak klasemen Inter Milan, dan kini berjuang keras untuk mengamankan tiket Liga Champions musim depan, dengan hanya unggul empat poin dari Juventus di peringkat kelima.
Performa tim asuhan Francesco Calzona ini memang sedang tidak stabil. Mereka tercatat tanpa kemenangan dalam tiga pertandingan terakhir di semua kompetisi, dengan dua hasil imbang dan satu kekalahan. Kekalahan terbaru terjadi pada 22 Februari 2026, saat mereka takluk 2-1 dari Atalanta.
Laga kontra Atalanta tersebut menyisakan rasa pahit bagi Napoli. Sebuah gol penyama kedudukan yang berpotensi mengubah hasil pertandingan dianulir karena dianggap terjadi pelanggaran oleh Rasmus Hojlund. Keputusan ini kemudian diakui keliru oleh kepala wasit Dino Tommasi, menambah frustrasi di kubu Napoli.
Menanggapi situasi ini, winger andalan Napoli, Matteo Politano, angkat bicara. Ia mengakui adanya kekecewaan mendalam, namun menegaskan bahwa komitmen tim tidak pernah surut. Berbicara kepada Radio Crc, Politano menyampaikan, “Ada kepahitan yang masih tersisa. Ada banyak kekecewaan atas hasil Atalanta, karena kami memainkan babak pertama yang hebat, dan di babak kedua, kami mencetak gol lain yang dianulir karena kesalahan.”
Pemain berusia 32 tahun yang telah memperpanjang kontraknya hingga Juni 2028 pada September 2025 ini menambahkan, “Kami menerima keputusan itu dan mencoba untuk melangkah maju. Kami selalu berusaha memberikan yang terbaik, bahkan di masa-masa sulit. Dalam hal komitmen, kami selalu memberikan segalanya.”
Politano juga menyoroti dampak cedera yang menghantam skuad Napoli musim ini. “Cedera sangat membebani karena ada begitu banyak absen, dan itu adalah kekecewaan besar; kami tidak pernah menggunakan skuad penuh kami,” ungkap Politano. “Kami bisa mendapatkan lebih banyak poin, dan itulah mengapa ada kekecewaan, tetapi saya pikir mereka yang ada di sini memberikan segalanya, sepanjang tahun. Itulah mengapa kami masih di sana, berjuang untuk tempat Liga Champions. Ini akan sulit karena ada begitu banyak tim kuat, tetapi kami juga kuat.”
Hari ini, Sabtu, 28 Februari 2026, Napoli akan bertandang ke markas Hellas Verona di Stadio Marcantonio Bentegodi. Laga ini menjadi krusial bagi Napoli untuk kembali ke jalur kemenangan, mengingat Verona saat ini terdampar di dasar klasemen Serie A. Pertemuan terakhir kedua tim pada Januari 2026 berakhir imbang 2-2.
Di bawah arahan pelatih Francesco Calzona, yang juga merangkap sebagai pelatih tim nasional Slovakia, Napoli bertekad untuk menunjukkan semangat juang yang tak pernah padam. Masa depan Calzona di klub juga menjadi sorotan, mengingat kontraknya hanya berlaku hingga akhir musim ini.