Kepolisian Republik Indonesia (Polri) melalui Korps Lalu Lintas (Korlantas) telah mengeluarkan peringatan terkait puncak kepadatan arus lalu lintas yang diprediksi terjadi pada Minggu, 22 Maret 2026. Kepadatan ini diakibatkan oleh aktivitas mudik lokal dan pergerakan wisatawan pasca-Idulfitri 1447 Hijriah.
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho menjelaskan bahwa lonjakan pergerakan masyarakat akan terpusat di wilayah aglomerasi. “Justru besok ini akan padat aglomerasi itu. Jadi, mudik lokal dari Solo ke Semarang, Semarang ke Solo, dari Bogor ke Bekasi, itu kita antisipasi, besok,” ujar Agus pada Sabtu, 21 Maret 2026, merujuk pada kondisi hari ini.
Sejumlah wilayah aglomerasi yang menjadi fokus antisipasi meliputi Solo Raya, Semarang Raya, Malang Raya, Jabodetabek, hingga Bali. Untuk mengantisipasi hal tersebut, kepolisian telah menyiagakan pos pengamanan, pos pelayanan, serta pos terpadu di titik-titik strategis.
Kepadatan lalu lintas nyata terlihat di beberapa lokasi wisata dan jalur utama. Di Jalur Puncak Bogor, Jawa Barat, misalnya, volume kendaraan yang masuk ke kawasan wisata pada Minggu (22/3/2026) pagi mengalami peningkatan signifikan. Kasat Lantas Polres Bogor Iptu Afif Widhi Ananto menyebutkan, antara pukul 07.00 WIB hingga 08.00 WIB, tercatat 3.200 kendaraan melintasi Gerbang Tol Ciawi menuju Puncak. Angka ini menunjukkan peningkatan 5-16 persen dibandingkan akhir pekan biasa.
Untuk mengurai kemacetan, rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah (one way) dari arah Jakarta menuju Puncak telah diberlakukan lebih pagi, sekitar pukul 07.30 WIB. Titik hambatan di Jalur Puncak terpantau di Simpang Megamendung, Pasar Cisarua, dan Gunung Mas. Sebanyak 120 personel Polres Bogor diterjunkan untuk mengatur lalu lintas di sepanjang jalur tersebut.
Selain itu, kepadatan juga terjadi di Tol Jakarta-Cikampek (Japek) pada H+1 Lebaran, dengan kemacetan dilaporkan dari Km 30 hingga Km 57. Insiden kecelakaan di Tol Layang Mohamed Bin Zayed (MBZ) menjadi salah satu pemicu utama penumpukan kendaraan di jalur bawah Tol Japek.
Di Jawa Timur, Tol Surabaya-Gempol juga diprediksi mengalami puncak arus wisata pada Minggu, 22 Maret 2026, dengan perkiraan 44.431 kendaraan melintas di Gerbang Tol Kejapanan. Sementara itu, arus mudik lokal di kawasan Surabaya Raya, meliputi Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan, masih padat di sejumlah ruas jalan utama seperti Jalan Ahmad Yani dan Jalan Banyu Urip.
Kasat Lantas Polres Lampung Tengah, AKP Glend Felix, juga menegaskan kesiapsiagaan tim urai kemacetan di wilayahnya. “Kami telah menyiapkan rekayasa lalulintas serta menyiagakan personel di titik-titik rawan kemacetan untuk memastikan arus lalu lintas tetap lancar. Pada hari kedua Lebaran ini, mobilitas masyarakat meningkat karena adanya silaturahmi antar keluarga, sehingga perlu dilakukan pengaturan secara maksimal,” jelasnya.
Secara keseluruhan, Jasa Marga mencatat volume lalu lintas telah mencapai 270.000 kendaraan, menjadikannya salah satu yang tertinggi dalam sejarah mudik. Meskipun demikian, puncak arus balik Lebaran secara nasional diprediksi akan terjadi pada 24-25 Maret 2026 untuk gelombang pertama, dan 28-29 Maret 2026 untuk gelombang kedua. Korlantas Polri telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas seperti one way lokal, contraflow, dan ganjil genap untuk mengurai kepadatan di jalur utama.