Spekulasi mengenai masa depan Simone Inzaghi di kursi kepelatihan Al Hilal semakin memanas. Hal ini menyusul performa tim yang kurang meyakinkan di Liga Pro Saudi, yang membuat mereka tergelincir ke posisi ketiga klasemen, disalip oleh rival abadi Al Nassr dan pemuncak klasemen Al Ahli.
Inzaghi, yang resmi menukangi Al Hilal sejak 4 Juni 2025 setelah meninggalkan Inter Milan, mengemban tugas berat dengan skuad bertabur bintang dan kontrak fantastis senilai sekitar 25 juta euro per musim. Ia mewarisi tim yang diisi nama-nama besar seperti Yassine Bounou, Kalidou Koulibaly, Ruben Neves, Sergej Milinkovic-Savic, hingga Malcom.
Al Hilal Tergelincir, Al Nassr Meroket
Per 27 Februari 2026, Al Hilal berada di peringkat ketiga Liga Pro Saudi dengan 55 poin dari 23 pertandingan. Meskipun belum terkalahkan di liga dengan catatan 16 kemenangan dan 7 hasil imbang, serangkaian hasil seri dalam enam pertandingan terakhir menjadi sorotan tajam. Dua hasil imbang terbaru termasuk 1-1 melawan Al-Taawoun pada 25 Februari 2026 dan 1-1 kontra Al Ittihad pada 21 Februari 2026, yang menggagalkan upaya mereka merebut kembali puncak klasemen.
Di sisi lain, Al Nassr, klub yang diperkuat megabintang Cristiano Ronaldo, menunjukkan performa impresif. Mereka kini menempati posisi kedua dengan 58 poin dari jumlah pertandingan yang sama, hanya terpaut satu poin dari pemuncak klasemen Al Ahli yang mengoleksi 59 poin. Al Nassr bahkan mencatatkan sembilan kemenangan beruntun di liga. Kemenangan telak 5-0 atas Al Najma pada 25 Februari 2026, di mana Ronaldo turut menyumbang gol, menjadi bukti kebangkitan mereka.
Tekanan untuk Inzaghi dan Dukungan Al-Jaber
Rentetan hasil imbang Al Hilal, ditambah dengan cedera yang menimpa Karim Benzema yang baru didatangkan Januari lalu, telah meningkatkan tekanan terhadap Inzaghi. Media lokal mulai mempertanyakan posisinya, bahkan beredar kabar tentang kemungkinan pertemuan luar biasa untuk membahas pemecatannya. Namun, besarnya nilai kontrak Inzaghi disebut-sebut menjadi hambatan utama bagi manajemen klub.
Meskipun demikian, Simone Inzaghi masih mendapatkan dukungan dari beberapa pihak. Legenda Al Hilal, Sami Al-Jaber, secara terbuka menolak gagasan pemecatan Inzaghi, menyebutnya sebagai “keputusan yang membawa bencana” pada tahap ini. Al-Jaber mendesak manajemen untuk mengadakan pertemuan yang jelas dengan Inzaghi guna membahas sisa musim.
Al Hilal sendiri masih berjuang di beberapa kompetisi lain, termasuk semifinal King’s Cup melawan Al-Ahli dan babak 16 besar Liga Champions Asia menghadapi Al-Sadd asuhan Roberto Mancini pada awal Maret. Nasib Inzaghi di Riyadh akan sangat bergantung pada bagaimana ia mampu membalikkan keadaan dan mengamankan gelar di sisa musim ini.