PPDS Mata Unsri Dihentikan Sementara Akibat Perundungan dan Pemerasan Senior terhadap Junior

Author Image

Irfan

14 Januari 2026

Gedung Rsmh, Palembang (foto: Dok. Istimewa)
Gedung RSMH, Palembang (Foto: dok. Istimewa)

Palembang – Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Mata Universitas Sriwijaya (Unsri) di Rumah Sakit Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang dihentikan sementara oleh Kementerian Kesehatan. Keputusan ini diambil menyusul dugaan kasus perundungan dan pemerasan yang dialami oleh mahasiswa berinisial OM oleh seniornya, bahkan sampai korban berupaya mengakhiri hidupnya.

Penghentian Sementara PPDS Mata Unsri

Kepala Satuan Pengawasan Internal (SPI) RS Mohammad Hoesin Palembang, Wijaya, membenarkan adanya penghentian sementara program tersebut. “Iya benar, dan kemarin diberi tahunya dan sejak kemarin PPDS Mata FK Unsri diberhentikan sementara waktu,” ujar Wijaya saat dikonfirmasi, Selasa (13/1/2026).

Wijaya menjelaskan bahwa penghentian ini dilakukan karena kasus perundungan tersebut telah terjadi berulang kali. Kementerian Kesehatan memutuskan untuk menghentikan sementara PPDS Mata FK Unsri guna memberikan ruang dan waktu bagi Fakultas Kedokteran (FK) Unsri dan RSMH untuk memperbaiki sistem pembelajaran dan proses pendidikan.

Tujuan Perbaikan Sistem Pendidikan

“Jadi penghentian sementara ini untuk memberikan waktu dan ruang kepada FK Unsri dan RSMH untuk memperbaiki sistem dan proses pembelajaran PPDS. Makanya diputuskan untuk menghentikan sementara agar FK Unsri dan RSMH membereskan dan memperbaiki sistem pembelajaran dan proses pendidikan,” jelas Wijaya.

Lebih lanjut, Wijaya menambahkan bahwa Kementerian Kesehatan tidak menetapkan batasan waktu spesifik untuk penghentian ini. Namun, Kemenkes akan memantau tindak lanjut dari FK Unsri dan RSMH dalam menyusun langkah-langkah strategis bersama untuk mengatasi permasalahan tersebut.