Prabowo Kucurkan Rp839 Miliar untuk Pagar dan Tanggul Way Kambas, Redam Konflik Gajah

prabowo subianto, taman nasional way kambas, konflik gajah manusia, raja juli antoni, konservasi

Presiden telah memutuskan untuk mengalokasikan dana bantuan presiden sebesar Rp839 miliar untuk pembangunan pagar dan tanggul di sekitar , Lampung. Kebijakan ini diambil sebagai langkah strategis untuk meredam konflik berkepanjangan antara gajah liar dan masyarakat di wilayah tersebut.

Menteri Kehutanan menyampaikan keputusan ini usai rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Kamis, 12 Maret 2026.

Upaya Atasi Konflik Gajah-Manusia yang Menahun

Konflik antara gajah dan manusia di Way Kambas telah berlangsung selama puluhan tahun, seringkali menyebabkan kerugian materiil hingga korban jiwa. Raja Juli Antoni menyoroti insiden tragis beberapa bulan lalu di mana seorang kepala desa meninggal dunia akibat terinjak gajah yang masuk ke permukiman dan lahan pertanian warga. “Telah terjadi konflik antara gajah dan manusia tahunan, menahun, sudah puluhan tahun terjadi di Way Kambas, Lampung,” ujar Raja Juli.

Pembangunan pagar dan tanggul ini merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto yang menaruh kepedulian tinggi terhadap satwa Indonesia, sekaligus meningkatkan keselamatan masyarakat di sekitar kawasan taman nasional.

Efisiensi Anggaran dan Desain Pagar Baja

Raja Juli menjelaskan bahwa anggaran Rp839 miliar merupakan hasil efisiensi dari estimasi awal yang sempat disampaikan Presiden Prabowo. Sebelumnya, saat bertemu Raja Charles III di London, Presiden Prabowo sempat menyebut dana yang disiapkan bisa mencapai maksimal Rp2 triliun untuk pagar, tanggul, dan restorasi ekosistem di Way Kambas. “Tapi, kami berusaha mempelajari, dan kemudian melakukan efisiensi, ternyata kira-kira maksimum Rp839 miliar saja,” kata Raja Juli.

Proyek ini kini dalam tahap uji coba dan studi komprehensif, dengan mempelajari pengalaman dari negara-negara seperti Afrika dan India dalam mengelola taman nasional mereka. Pagar yang akan dibangun direncanakan terbuat dari baja yang sangat kuat. Dari total delineasi Way Kambas sekitar 176 kilometer, studi awal menunjukkan sekitar 130 kilometer memerlukan pembangunan pagar atau tanggul.

Pemberdayaan Masyarakat dan Instruksi Presiden

Selain berfungsi sebagai pembatas, infrastruktur ini juga direncanakan menjadi bagian dari program pemberdayaan masyarakat. Area di sepanjang tanggul dan pagar akan dimanfaatkan untuk kegiatan ekonomi lokal, seperti budidaya lebah madu. “Jadi, alam terjaga, satwa terjaga, namun juga baik sekali bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat itu sendiri,” tambah Raja Juli.

Pembangunan pagar dan tanggul ini akan melibatkan Batalyon Zeni TNI Angkatan Darat di Raden Inten, Lampung. Lebih lanjut, Presiden Prabowo juga akan menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) mengenai Penyelamatan Populasi dan Habitat Gajah Sumatra dan Borneo, yang akan menginstruksikan kementerian dan lembaga terkait untuk mendukung upaya konservasi gajah di Indonesia.