Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan kembali komitmen kuat Indonesia dalam mendorong perdamaian jangka panjang bagi rakyat Palestina, dengan menekankan solusi dua negara sebagai satu-satunya jalan yang berkelanjutan. Pernyataan ini disampaikan Prabowo usai menghadiri Pertemuan Perdana Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) di United States Institute of Peace, Washington D.C., Amerika Serikat, pada Kamis, 19 Februari 2026 waktu setempat.
Dalam forum internasional yang diinisiasi oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump tersebut, Prabowo menyatakan bahwa Indonesia bersama delapan negara mayoritas Muslim lainnya yang tergabung dalam BoP memiliki tekad bulat untuk mencapai perdamaian yang langgeng. “Bagi kita the real, the only long lasting solution is a two-state solution,” ujar Prabowo, menggarisbawahi posisi fundamental Indonesia.
Prabowo juga menyampaikan optimisme atas perkembangan situasi kemanusiaan di Gaza. Ia mencatat adanya kemajuan signifikan dalam penyaluran bantuan kemanusiaan, dengan aliran makanan dan kebutuhan dasar lainnya mencapai tingkat tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. “Jadi makan cukup, kebutuhan-kebutuhan lain mengalir deras,” katanya.
Peran Indonesia dalam Misi Perdamaian Gaza
Kehadiran Presiden Prabowo di pertemuan BoP ini sekaligus menegaskan peran aktif Indonesia dalam mekanisme internasional yang dibentuk berdasarkan mandat Resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) 2803 (2025). Indonesia menyatakan dukungan penuh terhadap rencana 20 poin yang digagas Presiden Trump sebagai kerangka kerja stabilisasi dan perdamaian di kawasan tersebut.
Lebih lanjut, Indonesia telah menyatakan kesiapan untuk mengerahkan setidaknya 8.000 personel untuk bergabung dalam Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Force/ISF) di Gaza. Bahkan, Indonesia diminta untuk menjadi Wakil Komandan misi tersebut, menunjukkan kepercayaan komunitas internasional terhadap peran Indonesia.
Tantangan dan Harapan ke Depan
Meskipun ada kemajuan, Prabowo mengingatkan bahwa jalan menuju perdamaian abadi tidak akan mudah. “Banyak kesulitan, masih di depan banyak hambatan, rintangan, obstacles,” jelasnya, menekankan perlunya tekad kuat dan kewaspadaan terhadap pihak-pihak yang mungkin berusaha menggagalkan upaya perdamaian. Ia mengajak semua pihak untuk mewaspadai “kelompok-kelompok yang selalu ingin menggagalkan penyelesaian menyeluruh.”
Namun demikian, Presiden Prabowo tetap optimistis terhadap masa depan rakyat Palestina di Gaza. “Masa depan, rakyat (Palestina di Gaza) akan jauh lebih baik,” pungkasnya, menunjukkan harapan besar terhadap keberhasilan inisiatif perdamaian ini.