Prabowo: Statistik Indonesia Lebih Unggul dari Jepang dan Eropa, Jangan Sombong

Author Image

Irfan

13 Februari 2026

Foto: Presiden Prabowo Subianto (dok. Youtube Setpres)
Foto: Presiden Prabowo Subianto (dok. YouTube Setpres)

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki statistik yang lebih baik dibandingkan Jepang dan Eropa. Pernyataan ini disampaikan Prabowo saat meresmikan 1.079 Sekolah Polisi Pengetahuan Umum (SPPG) Polri di Jakarta Barat pada Jumat, 13 Februari 2026.

Perbandingan Statistik Keracunan Makanan Bergizi Gratis

Awalnya, Prabowo menyoroti angka keracunan yang terjadi pada penerima manfaat program makan bergizi gratis (MBG). Ia menyebutkan bahwa hingga saat ini tercatat sekitar 28 ribu penerima manfaat mengalami gangguan kesehatan seperti sakit perut.

Angka tersebut, jika dibandingkan dengan total 4,5 miliar penerima manfaat, menunjukkan tingkat keberhasilan yang sangat tinggi. “Sampai hari ini kurang lebih sudah 28 ribu penerima manfaat yang menerima gangguan, dikatakan keracunan, sakit perut dan sebagainya. 28 ribu dari 4,5 miliar. Kalau tidak salah itu adalah 0,006 artinya 99,994,” ujar Prabowo.

Ia menambahkan, “Itu kalau statistik, itu kan dibulatkan ke atas. 99,994 itu berhasil itu. Di mana ada usaha manusia yang 100%?”

Statistik Indonesia Unggul dari Jepang dan Eropa

Lebih lanjut, Prabowo membandingkan statistik Indonesia secara umum dengan negara lain. Ia mengaku mendapat laporan dua hari sebelumnya yang menunjukkan keunggulan statistik Indonesia.

“Saya dapat laporan kemarin, ini tolong diverifikasi. Tapi saya dapat laporan, kita punya statistik hari ini. Insya Allah kita pertahankan, kalau bisa kita kurangi lagi. Kita punya statistik itu lebih baik dari Jepang dan lebih baik dari Eropa,” tuturnya.

Prabowo mengingatkan jajarannya untuk tidak berkecil hati mendengar laporan tersebut. “Ini saya baru dapat laporan dua hari yang lalu. Kalau demikian, ya kita tidak boleh terlalu kecil hati,” katanya.

Pesan untuk Tidak Sombong

Di sisi lain, Prabowo juga menekankan pentingnya kerendahan hati dan menghindari kesombongan. Ia mengingatkan bahwa kesombongan dapat menjadi awal dari kehancuran.

“Jangan kita sombong, jangan kita petantang petenteng. Kesombongan adalah awal dari kehancuran. Ingat itu. Semakin berisi, semakin menunduk. Itu adalah ilmu padi dari nenek moyang kita. Itu adalah ilmu pendekar,” tegas Prabowo.