Prabowo Subianto: Berantas Korupsi, Perlukah Sedikit Otoriter di Negara Demokrasi?

Author Image

Irfan

13 Februari 2026

Foto: Presiden Prabowo Subianto (dok. Youtube Setpres)
Foto: Presiden Prabowo Subianto (dok. YouTube Setpres)

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk memberantas korupsi di Indonesia. Dalam sebuah kelakar, ia mengemukakan kemungkinan perlunya pendekatan yang sedikit otoriter untuk menghadapi para koruptor.

Pernyataan di Indonesia Economic Outlook 2026

Pernyataan ini disampaikan Prabowo dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026 yang diselenggarakan di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, pada Jumat (13/2/2026). Ia menekankan bahwa korupsi tidak boleh ditoleransi.

“So, kita harus bersihkan ya. Kita harus ada The New Indonesia. The New Indonesia, harus, tidak boleh, tidak boleh ada korupsi,” ujar Prabowo.

Demokrasi dan Persepsi Otoriterisme

Prabowo mengingatkan bahwa posisinya sebagai presiden diraih melalui proses demokrasi. Ia menegaskan bahwa Indonesia adalah negara demokrasi.

“Untung kita masih negara, apa itu, kita masih, kita negara demokrasi kan? Bener? Demokrasi, apa, agak demokrasi ya, agak ya, lumayanlah demokrasi kita kan? Kalau nggak ada demokrasi, gue nggak jadi presiden loh, Saudara-saudara. Iya kan? Bener nggak,” katanya.

Ia juga menyinggung adanya pihak-pihak yang mengeluhkan gaya kepemimpinannya dan melabelinya sebagai otoriter.

“Jadi jangan ini loh, ada kelompok-kelompok yang selalu mengeluh, Indonesia beginilah, Prabowo otoriterlah. Bener nggak?” ujarnya.

Kelakar tentang Otoritarianisme untuk Pemberantasan Korupsi

Lebih lanjut, Prabowo melontarkan kelakar bahwa rakyat mungkin saja mendukung gaya otoriter pemimpin demi memberantas korupsi. Namun, ia kembali menegaskan bahwa Indonesia adalah negara demokrasi dan ia memilih pendekatan yang moderat.

“Tapi kalau ditanya rakyat, jangan-jangan perlu juga sedikit-sedikit otoriter, jangan-jangan, untuk melawan koruptor-koruptor itu. Tapi kita demokratis, jadi kita masih moderat, ya. Banyak negara lain, nggak tahu dah, hari ini ada, besoknya nggak ada. Iya kan? Jangan-jangan efektifan itu, jangan-jangan,” ucap Prabowo sambil tersenyum.