Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto telah menuntaskan lawatan pentingnya ke Uni Emirat Arab (UEA), di mana ia bertemu dengan Presiden UEA Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan (MBZ) di Istana Qasr Al Bahr, Abu Dhabi, pada Kamis, 26 Februari 2026. Pertemuan bilateral ini menghasilkan kesepakatan untuk memperkuat hubungan strategis dan meningkatkan komitmen investasi UEA di Indonesia.
Kunjungan Prabowo ke UEA merupakan bagian dari rangkaian lawatan luar negeri yang padat, setelah sebelumnya menyambangi Amerika Serikat, Inggris, dan Yordania. Setibanya di Abu Dhabi pada Rabu (25/2/2026) malam, Prabowo menerima sambutan diplomatik yang istimewa, yakni diterima secara langsung oleh tujuh pemimpin Emirat sekaligus di Qasr Al Bahr. Kehadiran ketujuh pemimpin tersebut, termasuk Emir Dubai yang juga Perdana Menteri UEA, dalam satu majelis merupakan kehormatan langka yang biasanya hanya terjadi setahun sekali.
Fokus utama pembicaraan antara Presiden Prabowo dan Presiden MBZ adalah peningkatan kerja sama investasi, khususnya di sektor energi, infrastruktur, dan pengembangan ekonomi masa depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, yang turut mendampingi Presiden, mengungkapkan komitmen kuat dari pihak UEA. “Pertemuan membahas kerja sama peningkatan investasi. Bilateral ditingkatkan. UAE ingin meningkatkan investasinya di Indonesia,” ujar Teddy. Prabowo menyambut baik komitmen tersebut, menegaskan kesiapan pemerintah Indonesia untuk menjaga iklim investasi yang kondusif, transparan, dan berkelanjutan, serta membuka peluang kolaborasi yang lebih luas bagi investor UEA di berbagai sektor prioritas nasional.
Pertemuan kedua pemimpin juga diwarnai suasana kehangatan dan keakraban, termasuk momen berbuka puasa bersama dan menunaikan salat Magrib berjemaah di Istana Qasr Al Bahr. Melalui akun Instagram resminya, Prabowo menyampaikan, “Alhamdulillah, di Bulan Suci Ramadhan yang penuh berkah, saya berkesempatan berbuka puasa bersama Presiden Uni Emirat Arab, Yang Mulia Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan. Silaturahmi ini menjadi momentum untuk mempererat persahabatan sekaligus memperkuat kerja sama strategis Indonesia dan UEA demi kesejahteraan rakyat kedua negara.”
Momentum kunjungan ini semakin bermakna karena bertepatan dengan peringatan 50 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan UEA pada tahun 2026. Setengah abad kemitraan ini kini memasuki babak baru, dengan orientasi yang lebih komprehensif dan berjangka panjang, terutama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan kemitraan masa depan yang saling menguntungkan. UEA memandang Indonesia sebagai mitra strategis utama di Asia Tenggara, khususnya dalam bidang energi, infrastruktur, dan pengembangan ekonomi masa depan.
Rangkaian lawatan ini menegaskan fokus diplomasi Indonesia pada penguatan ekonomi dan perluasan investasi strategis, yang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pertumbuhan nasional dan stabilitas kawasan.