Prabowo Subianto Minta Video Hinaan Program Makan Bergizi Gratis Dikumpulkan

Author Image

Irfan

13 Februari 2026

Foto: Presiden Prabowo Subianto Mengatakan Telah Ada 60 Juta Lebih Penerima Mbg Setiap Hari. (youtube Setpres)
Foto: Presiden Prabowo Subianto mengatakan telah ada 60 juta lebih penerima MBG setiap hari. (YouTube Setpres)

Presiden Prabowo Subianto menyinggung adanya pihak-pihak yang memandang sinis bahkan menghina program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menginstruksikan agar video-video yang berisi hinaan terhadap program tersebut dikumpulkan.

Pidato di Peresmian SPPG Polri

Instruksi ini disampaikan Prabowo saat memberikan pidato dalam peresmian 1.079 Sekolah Polisi Penegak Keamanan (SPPG) Polri di Jakarta Barat pada Jumat, 13 Februari 2026. Ia secara khusus meminta Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) M. Qodari untuk mengumpulkan video-video tersebut.

“Bagi mereka yang waktu kita baru mulai satu bulan saja, dua bulan saja, kita sudah dihina, sudah diramalkan pasti gagal. Pak Qodari tolong dikumpulin ya video klip-video klip yang ramalkan kita pasti gagal, yang mengatakan saya menghina Bangsa Indonesia,” ujar Prabowo.

Program MBG untuk Menyelamatkan Anak Bangsa

Prabowo menegaskan bahwa program MBG sejatinya bertujuan untuk menyelamatkan anak-anak Indonesia. Oleh karena itu, ia merasa heran apabila program tersebut justru dituduh sebagai bentuk penghinaan.

“MBG ini penghinaan kepada Bangsa Indonesia? Kita mau menyelamatkan anak-anak kita dibilang menghina, ini harus ada rekam digital ya, direkam semua, Insya Allah kita mencapai 80 sekian juta, aku minta (video), biar saya setiap malam bisa saya lihat-lihat, nggak papa, saya bilang apa iya ya? Apa iya saya menghina Bangsa Indonesia?” tuturnya heran.

Dedikasi Seumur Hidup untuk Indonesia

Lebih lanjut, Prabowo menekankan komitmennya yang mendalam terhadap Indonesia. Ia menyatakan bahwa sejak menjadi prajurit, ia selalu siap mati demi negara. Kini, sisa hidupnya didedikasikan sepenuhnya untuk membangun Republik Indonesia.

“Dari umur muda letnan dua tidak punya apa-apa, saya siap mati untuk Republik, kok saya sampai hati mau menghina? Tidak. Saya, sisa hidup saya hanya untuk menyelamatkan, membangun Republik Indonesia,” tegasnya.

Prabowo menambahkan bahwa ia ingin mati dalam keadaan membela kebenaran, keadilan, dan keselamatan rakyat Indonesia. Ia menganggap hal tersebut sebagai sebuah kehormatan bagi seorang prajurit.

“Ini kehormatan bagi seorang prajurit, mati untuk rakyatnya, masak saya mau menghina? Tapi sudahlah, sekarang kita buktikan bersama, jadi saya terima kasih kepada kepolisian Republik Indonesia,” tutupnya.